alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Pelaksana Proyek SDN Gentong Bakal Jadi Saksi di Sidang

PASURUAN, Radar Bromo– Agenda pembuktian kasus dugaan korupsi proyek SDN Gentong terus berlanjut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan pelaksana proyek yang kini menjadi terpidana ke persidangan.

Kasi Pidsus Kejari Kota Pasuruan Sumarno mengatakan, jika sebelumnya sudah ada 13 saksi yang diperiksa untuk terdakwa Muhammad Rizal. Seluruh saksi dihadirkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang di Lapas IIB Pasuruan.

“Sidang masih pada pembuktian. Dari beberapa saksi yang kami hadirkan pekan lalu, sekarang ditunda dua minggu. Jadi dilanjutkan Senin (7/12) depan,” tuturnya.

Dia menyebut, keterangan belasan saksi yang sudah diperiksa sebenarnya sudah cukup membuktikan perbuatan terdakwa. Kendati demikian, pihaknya akan menambah saksi lain untuk turut diperiksa di hadapan majelis hakim.

“Nanti akan dihadirkan saksi yang dulu diajukan sebagai terdakwa di peradilan umum,” kata Sumarno.

Saksi yang dimaksud tidak lain ialah Dedy Maryanto selaku pelaksana proyek pada 2012 silam. Dalam dakwaan JPU, Dedy menerima dana senilai Rp 176 juta dalam proyek tersebut. Dana itu dipakai untuk belanja material, membayar upah tukang dan mandor. Serta ada fee yang diberikan kepada dua pemilik perusahaan yang benderanya dipinjam.

Pelaksanaan proyek rehab itu sendiri, lanjut Sumarno, tidak sesuai dengan spesifikasi dan  ada pengurangan volume sehingga berakibat gedung kelas roboh. Sedangkan upah pekerja senilai Rp 51 juta telah diterima terdakwa dan tidak digunakan untuk membayar upah. “Selain pemeriksaan saksi, kami juga akan hadirkan ahli dari BPKP dan ahli konstruksi,” tandasnya. (tom/fun)

 

PASURUAN, Radar Bromo– Agenda pembuktian kasus dugaan korupsi proyek SDN Gentong terus berlanjut. Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana menghadirkan pelaksana proyek yang kini menjadi terpidana ke persidangan.

Kasi Pidsus Kejari Kota Pasuruan Sumarno mengatakan, jika sebelumnya sudah ada 13 saksi yang diperiksa untuk terdakwa Muhammad Rizal. Seluruh saksi dihadirkan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Sedangkan terdakwa mengikuti sidang di Lapas IIB Pasuruan.

“Sidang masih pada pembuktian. Dari beberapa saksi yang kami hadirkan pekan lalu, sekarang ditunda dua minggu. Jadi dilanjutkan Senin (7/12) depan,” tuturnya.

Dia menyebut, keterangan belasan saksi yang sudah diperiksa sebenarnya sudah cukup membuktikan perbuatan terdakwa. Kendati demikian, pihaknya akan menambah saksi lain untuk turut diperiksa di hadapan majelis hakim.

“Nanti akan dihadirkan saksi yang dulu diajukan sebagai terdakwa di peradilan umum,” kata Sumarno.

Saksi yang dimaksud tidak lain ialah Dedy Maryanto selaku pelaksana proyek pada 2012 silam. Dalam dakwaan JPU, Dedy menerima dana senilai Rp 176 juta dalam proyek tersebut. Dana itu dipakai untuk belanja material, membayar upah tukang dan mandor. Serta ada fee yang diberikan kepada dua pemilik perusahaan yang benderanya dipinjam.

Pelaksanaan proyek rehab itu sendiri, lanjut Sumarno, tidak sesuai dengan spesifikasi dan  ada pengurangan volume sehingga berakibat gedung kelas roboh. Sedangkan upah pekerja senilai Rp 51 juta telah diterima terdakwa dan tidak digunakan untuk membayar upah. “Selain pemeriksaan saksi, kami juga akan hadirkan ahli dari BPKP dan ahli konstruksi,” tandasnya. (tom/fun)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/