Gondol Dompet Terekam CCTV, Sopir MPU asal Mulyorejo Kraton Dibekuk

WONOREJO, Radar Bromo – Hari-hari Devi Ariawan alias Wawan kini harus dijalani dari balik jeruji besi. Pria berusia 40 tahun itu harus berurusan dengan hukum, setelah warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan tersebut mencuri dompet milik rekan sejawatnya.

Wawan diamankan petugas saat tengah mengemudikan MPU di Desa/ Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (1/8) siang. Tentu saja, dia tak menduga bahwa aktivitasnya saat itu sudah diintai polisi. Saat diringkus, Wawan pun tak bisa berbuat banyak selain pasrah digelandang petugas ke Mapolsek Wonorejo.

Kapolsek Wonorejo AKP I Made Jayantara menjelaskan, penangkapan pelaku didasari adanya laporan dari Rochman Sulaiman, 28, warga Desa Gambir Kuning, Kecamatan Kraton. Pria yang juga berprofesi sebagai sopir MPU itu merasa kehilangan dompetnya saat tengah bekerja, Senin (20/7).

Saat itu, korban memarkir MPU di pinggir jalan raya Wonorejo-Pasuruan untuk menunggu penumpang. Dia sempat turun dari mobil. Tanpa disadari, dompetnya ternyata jatuh. Tak lama kemudian, pelaku juga menepi di jalan tersebut untuk mencari penumpang.

Pelaku yang melihat sebuah dompet tergeletak di jalan langsung turun dari kendaraan. Dia pun langsung mengambil dompet warna coklat itu dan membawanya kabur.

Berupaya menghilangkan jejak, pelaku menuju Pasar Wonorejo yang jaraknya sekitar 20 meter dari TKP. Disana, dia mengorek dompet yang berisi uang senilai Rp 4,6 juta.

Setelah mendapatkan uang, pelaku kembali ke TKP. Dompet yang sudah kosong, dibuangnya ke tempat semula. Ternyata, aksi pelaku itu terekam CCTV.

“Jadi kami lakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV. Makanya setelah ada dugaan yang kuat, kami lakukan penangkapan,” kata Made.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, pelaku sudah menghabiskan uang milik korban. Yakni dengan membeli beberapa perhiasan berupa anting dan cincin emas. “Sisanya dipakai untuk foya-foya oleh pelaku. Barang bukti berupa perhiasan itu sudah kami sita. Yaitu anting seberat 1 gram dan cincin seberat 1,5 gram,” tutur Made.

Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama lima tahun. (tom/mie)