Dijemput Paksa, Rasyid Tersangka Ijazah Palsu Tak di Rumah

PAJARAKAN, Radar Bromo – Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Probolinggo berupaya menangkap tersangka ketiga kasus ijazah palsu, Rasyid. Namun, tersangka yang terjerat kasus ijazah palsu milik mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Abdul Kadir itu tidak berada di rumahnya.

Rabu (29/7) lalu, sejumlah anggota Satreskrim Polres Probolinggo mendatangi rumah tersangka. Tindakan ini dilakukan karena yang bersangkutan telah dua kali mangkir dalam panggilan kepolisian.

Kanit Pidum Polres Probolinggo Ipda Sugeng Riyadi mengatakan, pihaknya akan berupaya menjemput ulang, karena yang bersangkutan tidak kooperatif. “Kemarin tidak berhasil. Karena itu, kami berencana akan melakukan upaya penjemputan yang kedua kalinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika dalam penjemputan yang kali kedua yang bersangkutan tidak ada di rumahnya, pihaknya akan menetapkan Rasyid dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Karena, untuk menetukan yang bersangkutan masuk DPO, butuh upaya jemput paksa ke rumahnya dua kali. “Satu kali lagi kami akan melakukan upaya penjemputan. Kalau masih tidak ada, maka akan kami tetapkan sebagai DPO,” jelasnya.

Saat penjemputan beberapa waktu lalu, petugas hanya ditemui keluarganya. Saat dimintai keterangan, pihak keluarga mengatakan Rasyid berada di Madura. “Katanya ke Madura. Itu pengakuan keluarga,” ujarnya.

Berbeda dengan Rasyid, Markus tersangka kedua dalam kasus ini kooperatif. Dalam penyidikan, dia selalu bersedia dimintai keterangan. Bahkan, berkasnya sudah lengkap alias P-21. “Sudah P 21. Sebentar lagi tahap dua dan disidangkan,” ujarnya. (sid/rud/fun)