Kasus Ijazah Palsu Anggota DPRD Kab Probolinggo, Ada Tersangka Baru

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo akhirnya menetapkan tersangka baru dalam kasus pemakaian ijazah palsu yang menjerat mantan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir. Dia adalah Markus, yang diduga merupakan perantara pembuatan ijazah palsu tersebut.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menegaskan, Markus ditetapkan sebagai tersangka pada Mei. Namun, yang bersangkutan belum ditahan.

“Berdasarkan pengakuannya, ia terlibat dalam kasus tersebut. Karena itu, kami menetapkan dia sebagai tersangka,” katanya.

Penetapan Markus sebagai tersangka tidak hanya mengacu pada pengakuan yang bersangkutan. Namun, juga merujuk pada keterangan di pengadilan beberapa waktu lalu. Di depan majelis hakim, Markus mengakui perbuatannya.

“Saat sidang Abdul Kadir, tersangka ini menjadi saksi. Dan di pengadilan ia mengakui keterlibatannya,” tandasnya.

Markus sendiri saat ini sedang sakit. Karena itu, pihak kepolisian tidak menahannya. Rencananya, petugas menunggu Markus sembuh.

“Saat kami panggil terakhir, dia sedang sakit. Karena itu, yang bersangkutan tidak langsung ditahan. Kami menunggu dia sembuh. Selain itu, saat ini kondisinya terus kami awasi,” lanjutnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian berencana menetapkan tiga tersangka baru. Yaitu Markus, Saiful Bahri, dan Rasid. Ketiganya, dalam perkara itu mengakui terlibat. Namun, saat ini hanya satu yang ditetapkan tersangka yaitu Markus.

Rizki menjelaskan, Saiful Bahri juga telah diperiksa. Tetapi, dalam pemeriksaan itu ia menyangkal terlibat. Sedangkan Rasid, tidak datang saat dipanggil.

“Yang dua orang ini masih kami dalami. Jika terlibat pasti akan kami tetapkan menjadi tersangka,” ungkapnya.

Kasus itu sendiri berasal dari penggunaan ijazah palsu oleh Abdul Kadir saat mendaftar sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Abdul Kadir pun sudah menjalani hukuman di penjara karena kasus ini. Dia bahkan diberhentikan sebagai anggota DPRD.

Dalam kasus itu, muncul beberapa nama orang penting selain tiga di atas. Yaitu, Jon Junaedi selaku ketua DPC Gerindra dan juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo. Namun, dalam persidangan Jon bersikukuh tidak terlibat dalam pembuatan ijazah palsu itu.

Jon pun dilaporkan oleh kuasa hukum Abdul Kadir dengan tuduhan pemberian keterangan palsu. Kasusnya tengah ditangani oleh Polres Probolinggo. (sid/hn)