alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tersangka yang Tusuk Pemabuk Mengaku Membela Diri

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KREJENGAN, Radar Bromo – Nasi sudah menjadi bubur. Meski mengaku membela diri, Sigit Pamungkas, 40, harus menanggung akibatnya. Kini, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, itu ditahan polisi.

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah menusuk Ainul, 37. Warga Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, itupun meninggal dunia. Sigit harus bertanggung jawab. Dia disangka melanggar pasal 338 KUHP tentang penganiayaan sampai menyebabkan orang meninggal dunia.

Sigit mengaku nekat menusuk korban karena membela diri. Sebab, saat itu, korban berusaha menusuknya menggunakan sebilah pisau. Beruntung, tersangka berhasil menghindar. Keduanya sempat duel, dan pisau yang dipegang korban jatuh. Saat itulah, tersangka mengambilnya dan menusukkan pisau itu ke perut korban.

“Sebenarnya tidak tega. Namun, mau bagaimana lagi, dari pada saya yang terluka. Saat itu, saat saya buka pintu rumah, dia (Korban) menusuk menggunakan pisau dapur. Saya hanya membela diri,” ujarnya ketika ditemui di Mapolsek Krejengan.

Mabuk lalu Buat Onar, Pria Ini Tewas Tertusuk Pisau Sendiri

Menurut Sigit, korban sejatinya dikenal sebagai pembuat onar. Sering berpesta minuman keras (miras) di desanya. “Sebelum saya bukakan pintu, awalnya dia ngamuk di sekitar rumah. Juga ngamuk di desa lain, bahkan sampai merusak ban mobil warga,” ujarnya.

Kanitreskrim Polsek Krejengan Bripka Fajar Setiawan mengatakan, usai kejadian tersangka tidak kabur. Dia berdiam diri di rumahnya sampai polisi datang menjemputnya.

Meski mengaku membela diri, kini Sigit disangka tetap bersalah. Dia dinilai melanggar 338 KUHP. “ Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

Diketahui, Minggu (2/5), sekitar pukul 03.00, Ainul, meninggal dunia usai mengalami dua tusukan di bagian bawah tulang rusuk. Tersangkanya, Sigit Pamungkas. Selama ini, antara korban dan tersangka bertetangga. Ainul yang berasal dari Lumajang, tinggal sekitar 20 meter dari rumah Sigit. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KREJENGAN, Radar Bromo – Nasi sudah menjadi bubur. Meski mengaku membela diri, Sigit Pamungkas, 40, harus menanggung akibatnya. Kini, warga Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, itu ditahan polisi.

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah menusuk Ainul, 37. Warga Desa Pajarakan, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, itupun meninggal dunia. Sigit harus bertanggung jawab. Dia disangka melanggar pasal 338 KUHP tentang penganiayaan sampai menyebabkan orang meninggal dunia.

Sigit mengaku nekat menusuk korban karena membela diri. Sebab, saat itu, korban berusaha menusuknya menggunakan sebilah pisau. Beruntung, tersangka berhasil menghindar. Keduanya sempat duel, dan pisau yang dipegang korban jatuh. Saat itulah, tersangka mengambilnya dan menusukkan pisau itu ke perut korban.

Mobile_AP_Half Page

“Sebenarnya tidak tega. Namun, mau bagaimana lagi, dari pada saya yang terluka. Saat itu, saat saya buka pintu rumah, dia (Korban) menusuk menggunakan pisau dapur. Saya hanya membela diri,” ujarnya ketika ditemui di Mapolsek Krejengan.

Mabuk lalu Buat Onar, Pria Ini Tewas Tertusuk Pisau Sendiri

Menurut Sigit, korban sejatinya dikenal sebagai pembuat onar. Sering berpesta minuman keras (miras) di desanya. “Sebelum saya bukakan pintu, awalnya dia ngamuk di sekitar rumah. Juga ngamuk di desa lain, bahkan sampai merusak ban mobil warga,” ujarnya.

Kanitreskrim Polsek Krejengan Bripka Fajar Setiawan mengatakan, usai kejadian tersangka tidak kabur. Dia berdiam diri di rumahnya sampai polisi datang menjemputnya.

Meski mengaku membela diri, kini Sigit disangka tetap bersalah. Dia dinilai melanggar 338 KUHP. “ Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.

Diketahui, Minggu (2/5), sekitar pukul 03.00, Ainul, meninggal dunia usai mengalami dua tusukan di bagian bawah tulang rusuk. Tersangkanya, Sigit Pamungkas. Selama ini, antara korban dan tersangka bertetangga. Ainul yang berasal dari Lumajang, tinggal sekitar 20 meter dari rumah Sigit. (mu/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2