alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tersangka ASN Cabul Dikirim ke Kejari, Tetap Bersikukuh Mengelak

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus pencabulan dengan tersangka seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), berinsial Sdrn, 50, memasuki babak baru. Senin (3/5), kepolisian menyerahkan perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kraksaan.

Kasi Intel Kejari Kraksaan Yuni Priyono mengatakan, penyerahan memasuki tahap kedua. Sebelumnya, berkas dari kepolisian dinyatakan sudah lengkap atau P-21. Karenanya, sejak Rabu (28/4), tersangka ditahan di Mapolres Probolinggo.

“Sudah ada penyerahan dari kepolisian. Baik berkas, tersangka, dan barang buktinya. Tentunya akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Ia mengaku, kini masih melengkapi administrasi yang akan dibawa dalam persidangan. Serta, meneliti ulang berkas dan barang bukti yang akan dibawa dalam persidangan. Agar saat proses persidangan berjalan lancar sesuai prosedur.

ASN Kecamatan Sumber yang Dituding Hamili Keponakan Ditahan

“Apa yang sudah diserahkan, kami teliti ulang. Agar segala yang dibutuhkan dalam persidangan dapat disiapkan dengan baik,” jelasnya.

Penelitian dan administrasi yang diperlukan akan diselesaikan dan diserahkan sesegera mungkin. Agar proses sidang dapat dilaksanakan dengan cepat. “Kalau administrasi sudah lengkap, segera kami serahkan. Lebih cepat lebih baik,” ujar Yuni.

Dari pemeriksaan yang sempat dilakukan jaksa, tersangka masih tetap keukeh. Tidak mengakui perbuatannya, mencabuli keponakannya. “Selanjutnya nanti bisa diketahui saat proses persidangan,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Sdrn, dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan mencabuli keponakannya yang berinisial CI, 14. Tersangka yang merupakan ASN di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, ini dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka kali pertama, Rabu (6/1) lalu. Namun, saat itu tersangka tidak datang.

Setelah dilaporkan, tersangka beserta keluarganya sempat kabur dari rumah. Warga yang geram sempat menggeruduk rumah tersangka. Mereka curiga tersangka di rumah. Karena tak kunjung keluar, warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak. Ternyata, saat itu tersangka memang benar-benar tidak di rumah. (ar/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus pencabulan dengan tersangka seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), berinsial Sdrn, 50, memasuki babak baru. Senin (3/5), kepolisian menyerahkan perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kraksaan.

Kasi Intel Kejari Kraksaan Yuni Priyono mengatakan, penyerahan memasuki tahap kedua. Sebelumnya, berkas dari kepolisian dinyatakan sudah lengkap atau P-21. Karenanya, sejak Rabu (28/4), tersangka ditahan di Mapolres Probolinggo.

“Sudah ada penyerahan dari kepolisian. Baik berkas, tersangka, dan barang buktinya. Tentunya akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ia mengaku, kini masih melengkapi administrasi yang akan dibawa dalam persidangan. Serta, meneliti ulang berkas dan barang bukti yang akan dibawa dalam persidangan. Agar saat proses persidangan berjalan lancar sesuai prosedur.

ASN Kecamatan Sumber yang Dituding Hamili Keponakan Ditahan

“Apa yang sudah diserahkan, kami teliti ulang. Agar segala yang dibutuhkan dalam persidangan dapat disiapkan dengan baik,” jelasnya.

Penelitian dan administrasi yang diperlukan akan diselesaikan dan diserahkan sesegera mungkin. Agar proses sidang dapat dilaksanakan dengan cepat. “Kalau administrasi sudah lengkap, segera kami serahkan. Lebih cepat lebih baik,” ujar Yuni.

Dari pemeriksaan yang sempat dilakukan jaksa, tersangka masih tetap keukeh. Tidak mengakui perbuatannya, mencabuli keponakannya. “Selanjutnya nanti bisa diketahui saat proses persidangan,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, Sdrn, dilaporkan ke Polres Probolinggo atas dugaan mencabuli keponakannya yang berinisial CI, 14. Tersangka yang merupakan ASN di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, ini dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka kali pertama, Rabu (6/1) lalu. Namun, saat itu tersangka tidak datang.

Setelah dilaporkan, tersangka beserta keluarganya sempat kabur dari rumah. Warga yang geram sempat menggeruduk rumah tersangka. Mereka curiga tersangka di rumah. Karena tak kunjung keluar, warga melempari rumahnya dengan batu hingga sejumlah bagian rusak. Ternyata, saat itu tersangka memang benar-benar tidak di rumah. (ar/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2