alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Ketangkap di Blandongan, Jambret asal Rowogempol Lekok Dimassa

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BUGULKIDUL, Radar Bromo-Mustofa, 26, warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan jadi bulan-bulanan warga. Itu setelah pria yang bekerja serabutan ini kedapatan menjambret tas milik Nur Madayanti, 19, warga Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan pada Minggu (2/5).

Mustofa pun mengalami luka memar pada mata sebelah kanan dan bibir sebelah kiri. Beruntung baginya, aksi main hakim sendiri itu berhasil dihentikan usai petugas Polsek Bugulkidul tiba di lokasi.

Kini, Mustofa ditahan di Mapolsek Bugulkidul untuk penyelidikan lebih lanjut. Aksi jambret itu terjadi pukul 17.10 di jalan raya Hos Cokroaminoto, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Mustofa diamankan bersama sejumlah barang bukti (BB). Diantaranya satu tas kecil warna merah bergaris putih yang berisikan uang tunai sebesar Rp 318.000. Serta satu buah HP merk Realme warna biru.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkan sore itu, korban bersama adiknya, sedang berboncengan sepeda motor dari arah utara ke selatan. Mereka hendak pulang setelah selesai tukar uang baru.

Uang tunai sebesar Rp 318.000 yang baru ditukarkan tersebut beserta Handphone miliknya dimasukkan kedalam tas kecil dan digantung di tempat gantungan di bawah setir motor.

“Sesampainya di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul tiba-tiba korban dipepet oleh pelaku dari samping kanan. Seketika itu juga tas milik korban langsung diambil dengan cara ditarik oleh pelaku dan langsung dibawa kabur,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Korban sendiri berusaha mengejar sambil teriak maling-maling. Tak lama kemudian, pelaku berhasil ditangkap beserta barang buktinya atas bantuan warga sekitar.

“Tersangka berdalih menjambret karena motif ekonomi. Tersangka ini memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia dikenakan pasal 363 tengan pencurian dengan ancaman tujuh tahun pidana,” sebut Endy. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BUGULKIDUL, Radar Bromo-Mustofa, 26, warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan jadi bulan-bulanan warga. Itu setelah pria yang bekerja serabutan ini kedapatan menjambret tas milik Nur Madayanti, 19, warga Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan pada Minggu (2/5).

Mustofa pun mengalami luka memar pada mata sebelah kanan dan bibir sebelah kiri. Beruntung baginya, aksi main hakim sendiri itu berhasil dihentikan usai petugas Polsek Bugulkidul tiba di lokasi.

Kini, Mustofa ditahan di Mapolsek Bugulkidul untuk penyelidikan lebih lanjut. Aksi jambret itu terjadi pukul 17.10 di jalan raya Hos Cokroaminoto, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Mobile_AP_Half Page

Mustofa diamankan bersama sejumlah barang bukti (BB). Diantaranya satu tas kecil warna merah bergaris putih yang berisikan uang tunai sebesar Rp 318.000. Serta satu buah HP merk Realme warna biru.

Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto mengungkapkan sore itu, korban bersama adiknya, sedang berboncengan sepeda motor dari arah utara ke selatan. Mereka hendak pulang setelah selesai tukar uang baru.

Uang tunai sebesar Rp 318.000 yang baru ditukarkan tersebut beserta Handphone miliknya dimasukkan kedalam tas kecil dan digantung di tempat gantungan di bawah setir motor.

“Sesampainya di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul tiba-tiba korban dipepet oleh pelaku dari samping kanan. Seketika itu juga tas milik korban langsung diambil dengan cara ditarik oleh pelaku dan langsung dibawa kabur,” terang perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Korban sendiri berusaha mengejar sambil teriak maling-maling. Tak lama kemudian, pelaku berhasil ditangkap beserta barang buktinya atas bantuan warga sekitar.

“Tersangka berdalih menjambret karena motif ekonomi. Tersangka ini memang tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia dikenakan pasal 363 tengan pencurian dengan ancaman tujuh tahun pidana,” sebut Endy. (riz/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2