alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jual Bubuk Mesiu, Kakek asal Ampelsari Pasrepan Ditangkap  

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Harusnya, Manan, 67, bisa menikmati suasana Lebaran di rumah tahun ini. Namun, gara-gara bisnis sampingannya menjual bubuk mesiu, ia pun masuk penjara.

Petugas Satreskrim Polres Pasuruan menangkap warga Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, itu di rumahnya, Kamis (29/4) sore. Sejumlah barang bukti pun diamankan petugas dari rumahnya.

Ada dua bungkus bubuk mesiu, masing-masing seberat setengah kilogram. Tersangka memperoleh barang tersebut senilai Rp 250 ribu per kilogram. Ia kemudian menjualnya dengan harga Rp 300 ribu per kilogram.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan memaparkan, bubuk mesiu tersebut biasanya digunakan untuk membuat petasan. Menurutnya, Ramadan kerap diidentikkan dengan budaya tak baik. Yaitu, menyulut petasan.

“Kami tegaskan, sudah seharusnya budaya tak baik itu dihilangkan,” ujarnya.

Karena, hal tersebut melanggar pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api. Pelanggarnya bisa diancam  hukuman 20 tahun hingga seumur hidup.

Kapolres mengatakan, Manan dianggap melanggar pasal tersebut lantaran nekat berjualan mesiu. “Kami kenakan UU Darurat. Ancamannya bisa hukuman penjara seumur hidup,” bebernya.

Manan sendiri ditangkap setelah ada warga yang menginformasikan bahwa Manan jualan bubuk mesiu. Petugas lantas menggerebek tersangka di rumahnya dan menangkapnya.

“Saat ini kami masih menelusuri dari mana tersangka memperoleh bubuk mesiu itu. Karena sampai saat ini, ia mengaku tidak kenal penjual bubuk mesiu itu,” imbuhnya.

Menurut Manan, penjualanya seseorang dari Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Lelaki yang tiap hari berjualan sayuran ini mengatakan, dirinya hanya diminta bantuan orang tersebut untuk menjualnya.

“Saya tidak tahu namanya. Tapi, ia ngakunya berasal dari Kluwut,” ulasnya.

Kini, Manan hanya bisa menyesali perbuatannya. Sebab, baru sekali ini menjual bubuk mesiu itu. Bahkan belum sempat menikmati hasilnya. Tapi, keburu ditangkap oleh pihak kepolisian. “Baru kali ini saya coba jual,” akunya. (one/hn)

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Harusnya, Manan, 67, bisa menikmati suasana Lebaran di rumah tahun ini. Namun, gara-gara bisnis sampingannya menjual bubuk mesiu, ia pun masuk penjara.

Petugas Satreskrim Polres Pasuruan menangkap warga Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, itu di rumahnya, Kamis (29/4) sore. Sejumlah barang bukti pun diamankan petugas dari rumahnya.

Ada dua bungkus bubuk mesiu, masing-masing seberat setengah kilogram. Tersangka memperoleh barang tersebut senilai Rp 250 ribu per kilogram. Ia kemudian menjualnya dengan harga Rp 300 ribu per kilogram.

Mobile_AP_Half Page

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan memaparkan, bubuk mesiu tersebut biasanya digunakan untuk membuat petasan. Menurutnya, Ramadan kerap diidentikkan dengan budaya tak baik. Yaitu, menyulut petasan.

“Kami tegaskan, sudah seharusnya budaya tak baik itu dihilangkan,” ujarnya.

Karena, hal tersebut melanggar pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api. Pelanggarnya bisa diancam  hukuman 20 tahun hingga seumur hidup.

Kapolres mengatakan, Manan dianggap melanggar pasal tersebut lantaran nekat berjualan mesiu. “Kami kenakan UU Darurat. Ancamannya bisa hukuman penjara seumur hidup,” bebernya.

Manan sendiri ditangkap setelah ada warga yang menginformasikan bahwa Manan jualan bubuk mesiu. Petugas lantas menggerebek tersangka di rumahnya dan menangkapnya.

“Saat ini kami masih menelusuri dari mana tersangka memperoleh bubuk mesiu itu. Karena sampai saat ini, ia mengaku tidak kenal penjual bubuk mesiu itu,” imbuhnya.

Menurut Manan, penjualanya seseorang dari Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Lelaki yang tiap hari berjualan sayuran ini mengatakan, dirinya hanya diminta bantuan orang tersebut untuk menjualnya.

“Saya tidak tahu namanya. Tapi, ia ngakunya berasal dari Kluwut,” ulasnya.

Kini, Manan hanya bisa menyesali perbuatannya. Sebab, baru sekali ini menjual bubuk mesiu itu. Bahkan belum sempat menikmati hasilnya. Tapi, keburu ditangkap oleh pihak kepolisian. “Baru kali ini saya coba jual,” akunya. (one/hn)

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2