alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Hakim Sakit, Sidang Kades Kemirisewu Ditunda, Pengacara Kecewa

BANGIL, Radar Bromo – Kasus korupsi yang menyeret Kepala Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, M. Rifa’i dan mantan Bendahara Desa Kemirisewu, Yusuf, memasuki babak persidangan. Tetapi, persidangan terhadap keduanya harus ditunda karena ketua majlis hakim sakit.

Keduanya dijadwalkan diadili pada Jumat (1/4). “Sudah masuk agenda sidang. Tapi urung dibacakan dakwaan. Karena, hakim utamanya sakit,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denata Suryaningrat.

JPU yang tercatat sebagai Kasi Barang Bukti Kejari Kabupaten Pasuruan, tersebut mengatakan, sesuai agenda, sidang perdana terhadap kedua terdakwa sidang dijadwalkan Jumat (1/4). Mereka akan menjalani sidang dakwaan atas dugaan penyimpangan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) Desa Kemirisewu. “Sidang ditunda untuk pekan berikutnya,” katanya.

Dari rencana persidangan ini, ada sesuatu yang membuat pengacara Rifa’i, Joko Handoyo, kecewa terhadap Kejaksaan. Masalahnya undangan persidangan jadwalnya tidak sesuai dengan kenyataan.

Dalam surat pemanggilan terdakwa untuk pelaksanaan sidang, dituliskan sidang perdana akan digelar pada 15 Maret. Sedangkan, suratnya dibuat tertanggal 29 Maret. “Ini bagaimana. Saya kan tidak bisa mendampingi klien. Seharusnya kan tertulis 1 April. Bukan 15 Maret,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra mengakui, ada kesalahan ketik dalam penulisan tanggal jadwal sidang. “Kami sudah komunikasikan. Ada salah ketik memang,” ujarnya.

BANGIL, Radar Bromo – Kasus korupsi yang menyeret Kepala Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, M. Rifa’i dan mantan Bendahara Desa Kemirisewu, Yusuf, memasuki babak persidangan. Tetapi, persidangan terhadap keduanya harus ditunda karena ketua majlis hakim sakit.

Keduanya dijadwalkan diadili pada Jumat (1/4). “Sudah masuk agenda sidang. Tapi urung dibacakan dakwaan. Karena, hakim utamanya sakit,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denata Suryaningrat.

JPU yang tercatat sebagai Kasi Barang Bukti Kejari Kabupaten Pasuruan, tersebut mengatakan, sesuai agenda, sidang perdana terhadap kedua terdakwa sidang dijadwalkan Jumat (1/4). Mereka akan menjalani sidang dakwaan atas dugaan penyimpangan alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) Desa Kemirisewu. “Sidang ditunda untuk pekan berikutnya,” katanya.

Dari rencana persidangan ini, ada sesuatu yang membuat pengacara Rifa’i, Joko Handoyo, kecewa terhadap Kejaksaan. Masalahnya undangan persidangan jadwalnya tidak sesuai dengan kenyataan.

Dalam surat pemanggilan terdakwa untuk pelaksanaan sidang, dituliskan sidang perdana akan digelar pada 15 Maret. Sedangkan, suratnya dibuat tertanggal 29 Maret. “Ini bagaimana. Saya kan tidak bisa mendampingi klien. Seharusnya kan tertulis 1 April. Bukan 15 Maret,” ujarnya.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan Jemmy Sandra mengakui, ada kesalahan ketik dalam penulisan tanggal jadwal sidang. “Kami sudah komunikasikan. Ada salah ketik memang,” ujarnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/