Gerebek Arena Sabung Ayam di Wonomerto, Lahan Milik Perangkat Desa

DIBONGKAR: Sejumlah anggota Polres Probolinggo Kota membongkar tempat yang diduga menjadi arena sabung ayam di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Senin (2/3). (Polres Probolinggo Kota for Radar Bromo)

Related Post

WONOMERTO, Radar Bromo – Sebuah bangunan yang diduga menjadi arena judi sabung ayam di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, digerebek Polres Probolinggo Kota. Senin (2/3), tempat yang berdiri di lahan milik perangkat desa ini juga dibongkar.

Kabag Ops Polres Probolinggo Kota Kompol Hermawan Tjahyono mengaku, menerima laporan dari masyarakat adanya kegiatan sabung ayam di Desa Sumberkare. Lokasi itu milik salah seorang Perangkat Desa Sumberkare, berinisial Sl.

Ketika sejumlah anggota Polres Probolinggo Kota sampai di lokasi, tidak ada kegiatan sabung ayam. Namun, petugas tetap membongkar bangunan semi permanen yang diduga menjadi arena sabung ayam.

“Kami lakukan pembongkaran dan penertiban mulai dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00. Selain beberapa dibakar, sejumlah barang juga diangkut atau sita sebagai bukti. Seperti jam dinding dan ember. Masing-masing satu unit, serta tiga sangkar ayam,” ujarnya.

Selain itu, Sl, pemilik lokasi yang diduga sebagai bandar dibina. Katanya, ia juga bersedia tidak akan mengulangi aktivias perjudian. “Sl sudah kami panggil. Dia juga bersedia tidak akan melakukan tindakan perjudian lagi. Ia tidak ditahan karena saat digerebek tidak ada kegiatan perjudian yang tertangkap tangan,” jelasnya.

Terpisah, Camat Wonomerto Ramiadi mengaku sekitar dua bulan lalu pihaknya sempat memanggil perangkat Desa Sumberkare. Dalam kegiatan di Pendapa Kecamatan Sumber, itu Sl juga hadir.

“Saya dengar jika ada sabung ayam yang malah di lokasi milik Sl selaku perangkat desa. Dua bulan lalu, saya panggil kepala desa dan perangkatnya. Bahkan, Sl juga hadir. Setelah dilakukan pembinaan, saat itu Sl mengatakan tidak akan ada lagi aktivitas tersebut,” jelas Ramiadi.

Ternyata, di lapangan tidak berjalan seperti yang dijanjikan. Karenanya, Ramiadi mengaku menyerahkan persoalan ini kepada aparat berwenang. “Harapan saya, petugas kepolisian lebih memasifkan lagi patroli dan proaktif. Sehingga, tidak terjadi kucing-kucingan dan tidak ada lagi kegiatan sabung ayam,” ujarnya. (rpd/rud)