alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Duo Sekawan asal Banyuanyar Dibekuk, Simpan Ratusan Pil Koplo

PAJARAKAN, Radar Bromo– Bisnis pil sediaan farmasi tanpa izin yang dijalankan dua pemuda asal Kecamatan Banyuanyar, berakhir sudah. Mereka diamankan Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Probolinggo lantaran menyimpan ratusan pil.

Keduanya adalah M. Anwari, 25, warga Dusun Krajan, Desa Liprak Kulon. Dan Andika Permana, 33, warga Dusun Kamar, Desa Liprak Kidul. Mereka ditangkap pada waktu yang berbeda.

Penangkapan bermula saat polisi mendapatkan informasi, marak transaksi jual beli pil di Kecamatan Banyuanyar. Informasi ini didalami, hingga polisi mengatongi beberapa nama yang diduga sebagai pengedar.

Salah satu pengedar itu diketahui M. Anwari. Polisi kemudian mengamati gerak-gerik terduga pengedar tersebut. Puncaknya, Selasa (1/2) pukul 23.00 polisi menggrebek Anwari di rumahnya. Saat digeledah, petugas menemukan pil sebanyak 158 butir. Diantaranya pil jenis Trihexipenidly warna putih sebanyak 53 butir, dan jenis Dextrometrophan warna kuning sebanyak 105 butir.

“Pelaku langsung kami amankan ke Mapolres Probolinggo. Selain pil barang bukti uang tunai Rp 395.000 dan hape turut kami amankan,” kata Kasatreskoba Polres Probolinggo, AKP Sudaryanto, Kamis (3/2).

Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus. Anwari lalu mengaku mendapatkan pil dari Andika Permana. Polisi bergerak cepat mendatangi rumah Andika di Dusun Kamar, Desa Liprak Kidul Rabu (2/2) dinihari.

“Dari tangan Andika kami tidak menemukan pil. Hanya uang tunai yang kami sita sebesar Rp1,2 juta. Dugaan kuat jika semua pil sudah laku. Sebab dari keterangan pelaku pertama jika pil tersebut diedarkan kepada pemuda dan teman sebayanya,” tuturnya.

Atas perbuatan yang dilakukan kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196  Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan sengaja menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi/obat-obatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan,  khasiat atau mutu. Serta tidak memiliki ijin edar.

“Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (ar/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo– Bisnis pil sediaan farmasi tanpa izin yang dijalankan dua pemuda asal Kecamatan Banyuanyar, berakhir sudah. Mereka diamankan Satuan Reserse dan Narkoba (Satreskoba) Polres Probolinggo lantaran menyimpan ratusan pil.

Keduanya adalah M. Anwari, 25, warga Dusun Krajan, Desa Liprak Kulon. Dan Andika Permana, 33, warga Dusun Kamar, Desa Liprak Kidul. Mereka ditangkap pada waktu yang berbeda.

Penangkapan bermula saat polisi mendapatkan informasi, marak transaksi jual beli pil di Kecamatan Banyuanyar. Informasi ini didalami, hingga polisi mengatongi beberapa nama yang diduga sebagai pengedar.

Salah satu pengedar itu diketahui M. Anwari. Polisi kemudian mengamati gerak-gerik terduga pengedar tersebut. Puncaknya, Selasa (1/2) pukul 23.00 polisi menggrebek Anwari di rumahnya. Saat digeledah, petugas menemukan pil sebanyak 158 butir. Diantaranya pil jenis Trihexipenidly warna putih sebanyak 53 butir, dan jenis Dextrometrophan warna kuning sebanyak 105 butir.

“Pelaku langsung kami amankan ke Mapolres Probolinggo. Selain pil barang bukti uang tunai Rp 395.000 dan hape turut kami amankan,” kata Kasatreskoba Polres Probolinggo, AKP Sudaryanto, Kamis (3/2).

Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus. Anwari lalu mengaku mendapatkan pil dari Andika Permana. Polisi bergerak cepat mendatangi rumah Andika di Dusun Kamar, Desa Liprak Kidul Rabu (2/2) dinihari.

“Dari tangan Andika kami tidak menemukan pil. Hanya uang tunai yang kami sita sebesar Rp1,2 juta. Dugaan kuat jika semua pil sudah laku. Sebab dari keterangan pelaku pertama jika pil tersebut diedarkan kepada pemuda dan teman sebayanya,” tuturnya.

Atas perbuatan yang dilakukan kedua pelaku dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196  Undang-undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan sengaja menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi/obat-obatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan,  khasiat atau mutu. Serta tidak memiliki ijin edar.

“Tersangka diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/