alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Setahun Polres Pasuruan Tindak 42 Ribu Pelanggar Lalin

BANGIL, Radar Bromo – Angka kepatuhan berkendara di jalanan Kabupaten Pasuruan masih cukup rendah. Hal itu terbukti dari masih tingginya tingkat pelanggaran yang ditemukan pihak kepolisian.

Temuan itu, berdasarkan penindakan yang dilakukan sepanjang 2020 lalu. Total, ada 42 ribu pelanggar lalu lintas (lalin) yang ditindak Satlantas Polres Pasuruan.

Pelanggaran yang dilakukan, beragam. Mulai tidak memakai helm, tidak melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan dan berbagai pelanggaran lainnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menguraikan, pelanggaran yang terjadi di jalan raya, didominasi roda dua. Pihaknya mencatat, ada sebanyak 38 ribu pengendara roda dua yang ditindak, lantaran pelanggaran yang dilakukan. Selebihnya, kendaraan truk, bus, dan lainnya.

“Pelanggaran di jalan raya, masih tinggi. Rata-rata, didominasi pengendara roda dua,” imbuh Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Lubis.

Ia menambahkan, angka pelanggaran tersebut, sejatinya lebih rendah jika dibandingkan 2019 lalu. Karena pada 2019 lalu, setidaknya angka pelanggaran hingga 58 ribu kasus yang ditemukan.

Meski begitu, hal tersebut menunjukkan kalau masyarakat belum sepenuhnya disiplin di jalan raya. Padahal, kedisiplinan tersebut penting. Karena dengan disiplin, bisa meminimalisasi angka kecelakaan.

Menurut Andhika, pelanggaran disiplin bisa memicu kecelakaan. Sepanjang 2020 lalu, jumlah kecelakaan yang terjadi, mencapai 734 kasus. Ratusan kecelakaan itu, menyebabkan 184 orang meninggal dunia.

Begitu pula dengan tahun sebelumnya. Pihak Satlantas Polres Pasuruan mencatat adanya kecelakaan hingga 977 kasus. Di mana, rentetan kasus tersebut menyebabkan kematian sebanyak 208 orang. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Angka kepatuhan berkendara di jalanan Kabupaten Pasuruan masih cukup rendah. Hal itu terbukti dari masih tingginya tingkat pelanggaran yang ditemukan pihak kepolisian.

Temuan itu, berdasarkan penindakan yang dilakukan sepanjang 2020 lalu. Total, ada 42 ribu pelanggar lalu lintas (lalin) yang ditindak Satlantas Polres Pasuruan.

Pelanggaran yang dilakukan, beragam. Mulai tidak memakai helm, tidak melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan dan berbagai pelanggaran lainnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menguraikan, pelanggaran yang terjadi di jalan raya, didominasi roda dua. Pihaknya mencatat, ada sebanyak 38 ribu pengendara roda dua yang ditindak, lantaran pelanggaran yang dilakukan. Selebihnya, kendaraan truk, bus, dan lainnya.

“Pelanggaran di jalan raya, masih tinggi. Rata-rata, didominasi pengendara roda dua,” imbuh Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Andhika Lubis.

Ia menambahkan, angka pelanggaran tersebut, sejatinya lebih rendah jika dibandingkan 2019 lalu. Karena pada 2019 lalu, setidaknya angka pelanggaran hingga 58 ribu kasus yang ditemukan.

Meski begitu, hal tersebut menunjukkan kalau masyarakat belum sepenuhnya disiplin di jalan raya. Padahal, kedisiplinan tersebut penting. Karena dengan disiplin, bisa meminimalisasi angka kecelakaan.

Menurut Andhika, pelanggaran disiplin bisa memicu kecelakaan. Sepanjang 2020 lalu, jumlah kecelakaan yang terjadi, mencapai 734 kasus. Ratusan kecelakaan itu, menyebabkan 184 orang meninggal dunia.

Begitu pula dengan tahun sebelumnya. Pihak Satlantas Polres Pasuruan mencatat adanya kecelakaan hingga 977 kasus. Di mana, rentetan kasus tersebut menyebabkan kematian sebanyak 208 orang. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/