30.7 C
Probolinggo
Saturday, December 10, 2022
spot_img

Diduga Rebutan Warisan, Wanita Ini Dikeroyok Tiga Saudara

spot_img

BANGIL, Radar Bromo – Harta warisan memang sering menyilaukan. Bahkan, bisa menyebabkan permusuhan. Seperti dialami warga Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Tinariyah, 35.

Diduga ada masalah soal warisan, Tinariyah menjadi korban penganiayaan kerabatnya. Korban pun mengalami luka di bagian kepala.

Kuasa Hukum Tinariyah Syaifuddin mengatakan, insiden ini terjadi pada Kamis, 29 September 2022. Saat itu, korban sedang santai di teras rumahnya. Tiba-tiba, tiga pelaku menghampirinya. Masing-masing mereka berinisial RI, RE, dan SA.

Mereka datang menyulut pertengkaran. Awalnya, hanya adu mulut. Namun, berlanjut adu fisik. Korban dikeroyok. Para pelaku memukulnya menggunakan batu. Ada yang dilempar, ada yang dipukulkan langsung. Akibatnya, korban terluka di bagian kepala.

Syukur, korban segera kabur. Menurut Syaifuddin, pertengkaran ini diduga karena persoalan harta warisan. Korban memiliki warisan berupa kebun dan aset lainnya. Peninggalan sesepuhnya ini sebenarnya sudah dibagi.

“Polemik soal warisan ini sudah berlangsung setahun belakangan. Tapi, korban tidak terlalu menggubrisnya. Hal itu yang diduga menjadi pemicu para terlapor geram dan akhirnya terjadilah pengeroyokan,” ujarnya.

BANGIL, Radar Bromo – Harta warisan memang sering menyilaukan. Bahkan, bisa menyebabkan permusuhan. Seperti dialami warga Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Tinariyah, 35.

Diduga ada masalah soal warisan, Tinariyah menjadi korban penganiayaan kerabatnya. Korban pun mengalami luka di bagian kepala.

Kuasa Hukum Tinariyah Syaifuddin mengatakan, insiden ini terjadi pada Kamis, 29 September 2022. Saat itu, korban sedang santai di teras rumahnya. Tiba-tiba, tiga pelaku menghampirinya. Masing-masing mereka berinisial RI, RE, dan SA.

Mereka datang menyulut pertengkaran. Awalnya, hanya adu mulut. Namun, berlanjut adu fisik. Korban dikeroyok. Para pelaku memukulnya menggunakan batu. Ada yang dilempar, ada yang dipukulkan langsung. Akibatnya, korban terluka di bagian kepala.

Syukur, korban segera kabur. Menurut Syaifuddin, pertengkaran ini diduga karena persoalan harta warisan. Korban memiliki warisan berupa kebun dan aset lainnya. Peninggalan sesepuhnya ini sebenarnya sudah dibagi.

“Polemik soal warisan ini sudah berlangsung setahun belakangan. Tapi, korban tidak terlalu menggubrisnya. Hal itu yang diduga menjadi pemicu para terlapor geram dan akhirnya terjadilah pengeroyokan,” ujarnya.

Artikel Terkait

spot_img

Most Read

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img
/