alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Monday, 4 July 2022

Asyik Main Biliard, DPO Curanmor 12 TKP Dibekuk

PASURUAN, Radar Bromo – Malam itu, M Ginanjar Wisnu, 21, asyik bermain biliar di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati. Tiba-tiba, sejumlah aparat kepolisian berpakaian sipil datang dan menyergapnya. Ginanjar tak berkutik. Dia pasrah ketika diringkus.

Ginanjar diamankan oleh Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota dan Polsek Grati, Rabu (28/7). Pemuda asal Desa Kedawung Wetan itu ditengarai terlibat dalam aksi pencurian motor.

Dia beraksi bersama dua orang rekannya. Yaitu, Teguh, 30, warga Desa Sumurwaru, Kecamatan Nguling, yang lebih dulu mendekam di balik sel tahanan. Serta, seorang pelaku lain yang hingga kini masih buronan.

Kepolisian mencatat Ginanjar dalam daftar pencarian orang (DPO) sudah cukup lama. Sebab, Ginanjar cs tidak hanya sekali dua kali melakukan kejahatan. Bahkan, kepolisian mencatat kelompok itu sudah mencuri motor di 12 TKP. Baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Pasuruan.

Kapolsek Grati AKP Wilang Langsung menuturkan, pencurian yang dilakukan oleh kelompok curanmor itu dilancarkan dengan cara berpura-pura jadi pengamen. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengamen. Baik di kompleks perumahan maupun kawasan permukiman.

Saat mengamen itulah, mereka sekaligus mencari motor incaran yang akan dicuri. Begitu mendapat motor incaran, salah satu dari mereka beraksi.

“Jadi, ketiga orang ini pura-pura jadi pengamen, kemudian saat mendapatkan sasaran pencurian,” kata Wilang.

Ketiga pelaku itu juga menjadi eksekutor secara bergantian. Dan tentu, ada pelaku yang bertugas sebagai pengawas di lapangan. Agar aksinya berjalan mulus tanpa dicurigai orang.

“Setelah berhasil menguasai motor, ketiganya bertemu di suatu tempat untuk menjual sepeda motor tersebut,” ungkap Wilang.

Selama ini, para pelaku juga tidak sembarangan mengincar motor curian. Yang paling diincar oleh mereka yakni motor matik keluaran terbaru. Dengan begitu, hasil penjualannya bisa lebih tinggi.

TAK SENDIRIAN: Dalam aksinya, Ginanjar selalu beraksi bersama komplotannya yang kini masih diburu polisi. (Foto Polsek Grati for Jawa Pos Radar Bromo)

Wilang menambahkan, dari hasil penyidikan juga didapat keterangan bahwa barang hasil pencurian tersebut kemudian dijual kepada satu orang. Pihaknya sudah mengantongi identitas penadah itu.

“Hasil penjualan barang hasil curian ini kemudian dibagi rata oleh tiga pelaku,” ungkap Wilang.

Di wilayah Grati saja, pelaku mengakui pernah melancarkan pencurian motor di 4 TKP. Yaitu, 2 TKP di Desa Ranuklindungan; 1 TKP di Pasar Dawe, Desa Sumberdawesari; dan 1 TKP di Desa Kedawung Kulon. Kini, Ginjanar ditahan di sel Mapolsek Grati untuk kepentingan penyidikan.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Wilang. (tom/hn)

PASURUAN, Radar Bromo – Malam itu, M Ginanjar Wisnu, 21, asyik bermain biliar di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati. Tiba-tiba, sejumlah aparat kepolisian berpakaian sipil datang dan menyergapnya. Ginanjar tak berkutik. Dia pasrah ketika diringkus.

Ginanjar diamankan oleh Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota dan Polsek Grati, Rabu (28/7). Pemuda asal Desa Kedawung Wetan itu ditengarai terlibat dalam aksi pencurian motor.

Dia beraksi bersama dua orang rekannya. Yaitu, Teguh, 30, warga Desa Sumurwaru, Kecamatan Nguling, yang lebih dulu mendekam di balik sel tahanan. Serta, seorang pelaku lain yang hingga kini masih buronan.

Kepolisian mencatat Ginanjar dalam daftar pencarian orang (DPO) sudah cukup lama. Sebab, Ginanjar cs tidak hanya sekali dua kali melakukan kejahatan. Bahkan, kepolisian mencatat kelompok itu sudah mencuri motor di 12 TKP. Baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Pasuruan.

Kapolsek Grati AKP Wilang Langsung menuturkan, pencurian yang dilakukan oleh kelompok curanmor itu dilancarkan dengan cara berpura-pura jadi pengamen. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengamen. Baik di kompleks perumahan maupun kawasan permukiman.

Saat mengamen itulah, mereka sekaligus mencari motor incaran yang akan dicuri. Begitu mendapat motor incaran, salah satu dari mereka beraksi.

“Jadi, ketiga orang ini pura-pura jadi pengamen, kemudian saat mendapatkan sasaran pencurian,” kata Wilang.

Ketiga pelaku itu juga menjadi eksekutor secara bergantian. Dan tentu, ada pelaku yang bertugas sebagai pengawas di lapangan. Agar aksinya berjalan mulus tanpa dicurigai orang.

“Setelah berhasil menguasai motor, ketiganya bertemu di suatu tempat untuk menjual sepeda motor tersebut,” ungkap Wilang.

Selama ini, para pelaku juga tidak sembarangan mengincar motor curian. Yang paling diincar oleh mereka yakni motor matik keluaran terbaru. Dengan begitu, hasil penjualannya bisa lebih tinggi.

TAK SENDIRIAN: Dalam aksinya, Ginanjar selalu beraksi bersama komplotannya yang kini masih diburu polisi. (Foto Polsek Grati for Jawa Pos Radar Bromo)

Wilang menambahkan, dari hasil penyidikan juga didapat keterangan bahwa barang hasil pencurian tersebut kemudian dijual kepada satu orang. Pihaknya sudah mengantongi identitas penadah itu.

“Hasil penjualan barang hasil curian ini kemudian dibagi rata oleh tiga pelaku,” ungkap Wilang.

Di wilayah Grati saja, pelaku mengakui pernah melancarkan pencurian motor di 4 TKP. Yaitu, 2 TKP di Desa Ranuklindungan; 1 TKP di Pasar Dawe, Desa Sumberdawesari; dan 1 TKP di Desa Kedawung Kulon. Kini, Ginjanar ditahan di sel Mapolsek Grati untuk kepentingan penyidikan.

“Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Wilang. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/