Nyambi Edarkan Sabu, Kuli Bangunan asal Dawuhan Sengon Dibekuk

PURWODADI, Radar Bromo – Niatan Nurul Arifin, 24, cari penghasilan tambahan dengan mengedarkan sabu, tak kesampaian. Alih-alih dapat keuntungan, yang ada ia malah harus berurusan dengan hukum.

Pemuda asal Dusun Sawiran, Desa Dawuhan Sengon, Kecamatan Purwodadi, itu kini harus melewati hari-harinya di balik sel jeruji besi Mapolsek Purwodadi. Pria yang tiap harinya dikenal jadi tukang kuli bangunan itu dibekuk polisi pada Jumat (31/7) sekitar pukul 18.30.

“Tersangka kami tangkap saat sedang berada di dalam rumahnya. Selama ini, ia menjadi kuli bangunan sekaligus nyambi jadi pengedar sabu,” ungkap Kanitreskrim Polsek Purwodadi Aipda Moh. Daikil Akbar.

Petugas melakukan penyergapan usai dapat laporan dari warga. Saat rumah Nurul Arifin digeledah, petugas mendapati sejumlah barang bukti lainnya.

Di antaranya dua korek api, satu alat hisap sabu, satu buah pipet kaca. Juga satu buah HP. Semuanya diamankan di mapolsek, bersama barang bukti sabu dan tersangkanya.

“Dari pengakuan tersangka, ia nyambi jadi pengedar sabu berjalan empat bulan terakhir. Ia dapat barang dari pengedar lainnya di wilayah Purwodadi dan Lawang, kini dalam proses lidik,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 114 sub 112 UU RI 35/2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman minimalnya empat tahun penjara,” katanya. (zal/mie)