alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Korban Ledakan Bondet di Beji Bisa Jadi Tersangka, Ini Penyebabnya

BANGIL – Penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap kasus dugaan pelemparan bondet, mengungkap fakta baru. Dalam penyelidikan yang dilakukan, dua orang yang terkena bondet bisa saja menjadi tersangka.

Dugaan itu muncul dari pengumpulan bukti-bukti yang dilakukan pihak kepolisian. Selain keterangan saksi-saksi yang dihimpun, juga rekaman CCTV serta kendaraan yang dibawa korban. Berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun itulah, pihak kepolisian mencurigai kalau pelempar bondet tersebut, adalah korban sendiri.

“Analisa kami, tidak ada pelempar bondet. Bondet itu dibawa sendiri oleh korban hingga mengenai dirinya sendiri,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso.

Busan-sapaan Budi Santoso menguraikan, sudah memintai keterangan lima orang saksi. Dari keterangan kelimanya, tidak ada satupun yang melihat adanya pelempar bondet. Mereka juga tak melihat adanya cek-cok antara korban dengan orang lain.

Begitupun dari rekaman CCTV yang diperoleh pihak kepolisian tak jauh dari kawasan Sentra Produk Unggulan atau Bang Kodir. Tidak ada temuan orang yang melakukan pelemparan bondet kepada korban.

“Setelah meledak, korban sempat menyalip sebuah bus yang ada di depannya. Selanjutnya, ia jagang motornya sendiri,” sampainya.

Bukti lainnya, adanya batu-batu yang berada di motor korban. Sedikitnya ada dua buah batu berukuran sedang, ditemukan di motor korban. “Entah untuk apa batu tersebut. Yang jelas, kami menemukannya di motornya,” imbuhnya.

Berdasarkan temuan itulah, pihak kepolisian melakukan analisa. Pihaknya menduga, kalau bondet tersebut memang dibawa sendiri oleh korban. Selanjutnya, bondet tersebut meledak, hingga melukasi keduanya.

“Sementara kami mengambil analisa, kalau bondet itu dibawa sendiri dan meledak sendiri mengenai korban,” sambungnya.

Pihaknya mengaku, masih melakukan analisa, lantaran korban belum bisa banyak dimintai keterangannya. Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan di RSSA Malang.

Meski begitu, diakui Busan memang ada sedikit perbedaan analisa dengan keterangan yang dipaparkan korban. Di mana, korban menguraikan, kalau ada orang gondrong yang membondetnya.

“Sementara fakta-fakta yang kami temukan, tidak demikian. Kami belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Masih kami dalami, karena belum ada keterangan lebih lanjut dari korban,” bebernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Syahrul Mustofa, 17 dan Rifki Wahyu Ramadan, 18, warga Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, harus dirawat intensif di rumah sakit. Keduanya dilarikan ke rumah sakit setelah terkena ledakan bondet.

Sebelumnya disebutkan, kalau korban dilempar bondet setelah terjadi pertengkaran. Pertengkaran itu berlangsung, sesaat setelah bubaran orkesan di Beji. Keduanya menderita ledakan bondet di depan bang kodir.

BERI PENJELASAN: AKP Budi Santoso, Kasatreskrim Polres Pasuruan saat memberi penjelasan soal bondet di Beji.

Imbasnya, keduanya mengalami luka serius. Ledakan itu, menghancurkan daging pada bagian paha dan lutut Rifki. Sementara serpihan ledakan itu, juga mengenai bagian perut Syahrul.

Kasus ini pun tengah ditelusuri pihak kepolisian. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, terungkap fakta lain. Di mana, pihak kepolisian tidak menemukan pelemparan bondet. Melainkan, bondet itu dibawa korban sendiri dan meledak.

Bila terbukti, keduanya bisa dijerat UU Darurat 1951 tentang handak. Di samping juga, ancaman pemberian keterangan palsu.  (one/fun)

BANGIL – Penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap kasus dugaan pelemparan bondet, mengungkap fakta baru. Dalam penyelidikan yang dilakukan, dua orang yang terkena bondet bisa saja menjadi tersangka.

Dugaan itu muncul dari pengumpulan bukti-bukti yang dilakukan pihak kepolisian. Selain keterangan saksi-saksi yang dihimpun, juga rekaman CCTV serta kendaraan yang dibawa korban. Berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun itulah, pihak kepolisian mencurigai kalau pelempar bondet tersebut, adalah korban sendiri.

“Analisa kami, tidak ada pelempar bondet. Bondet itu dibawa sendiri oleh korban hingga mengenai dirinya sendiri,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso.

Busan-sapaan Budi Santoso menguraikan, sudah memintai keterangan lima orang saksi. Dari keterangan kelimanya, tidak ada satupun yang melihat adanya pelempar bondet. Mereka juga tak melihat adanya cek-cok antara korban dengan orang lain.

Begitupun dari rekaman CCTV yang diperoleh pihak kepolisian tak jauh dari kawasan Sentra Produk Unggulan atau Bang Kodir. Tidak ada temuan orang yang melakukan pelemparan bondet kepada korban.

“Setelah meledak, korban sempat menyalip sebuah bus yang ada di depannya. Selanjutnya, ia jagang motornya sendiri,” sampainya.

Bukti lainnya, adanya batu-batu yang berada di motor korban. Sedikitnya ada dua buah batu berukuran sedang, ditemukan di motor korban. “Entah untuk apa batu tersebut. Yang jelas, kami menemukannya di motornya,” imbuhnya.

Berdasarkan temuan itulah, pihak kepolisian melakukan analisa. Pihaknya menduga, kalau bondet tersebut memang dibawa sendiri oleh korban. Selanjutnya, bondet tersebut meledak, hingga melukasi keduanya.

“Sementara kami mengambil analisa, kalau bondet itu dibawa sendiri dan meledak sendiri mengenai korban,” sambungnya.

Pihaknya mengaku, masih melakukan analisa, lantaran korban belum bisa banyak dimintai keterangannya. Saat ini, kedua korban masih menjalani perawatan di RSSA Malang.

Meski begitu, diakui Busan memang ada sedikit perbedaan analisa dengan keterangan yang dipaparkan korban. Di mana, korban menguraikan, kalau ada orang gondrong yang membondetnya.

“Sementara fakta-fakta yang kami temukan, tidak demikian. Kami belum menetapkan tersangka dalam perkara ini. Masih kami dalami, karena belum ada keterangan lebih lanjut dari korban,” bebernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Syahrul Mustofa, 17 dan Rifki Wahyu Ramadan, 18, warga Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, harus dirawat intensif di rumah sakit. Keduanya dilarikan ke rumah sakit setelah terkena ledakan bondet.

Sebelumnya disebutkan, kalau korban dilempar bondet setelah terjadi pertengkaran. Pertengkaran itu berlangsung, sesaat setelah bubaran orkesan di Beji. Keduanya menderita ledakan bondet di depan bang kodir.

BERI PENJELASAN: AKP Budi Santoso, Kasatreskrim Polres Pasuruan saat memberi penjelasan soal bondet di Beji.

Imbasnya, keduanya mengalami luka serius. Ledakan itu, menghancurkan daging pada bagian paha dan lutut Rifki. Sementara serpihan ledakan itu, juga mengenai bagian perut Syahrul.

Kasus ini pun tengah ditelusuri pihak kepolisian. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, terungkap fakta lain. Di mana, pihak kepolisian tidak menemukan pelemparan bondet. Melainkan, bondet itu dibawa korban sendiri dan meledak.

Bila terbukti, keduanya bisa dijerat UU Darurat 1951 tentang handak. Di samping juga, ancaman pemberian keterangan palsu.  (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/