alexametrics
28.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Baca WA dari Anak di Jl Ijen Pilang, HP Guru SD Dijambret  

KADEMANGAN, Radar Bromo Warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rahayu Wulyaningsih, 55, harus kehilangan handphone-nya. Rabu (1/7), sekitar pukul 17.30, HP-nya dijambret ketika ia sedang membaca pesan WhatsApp dari anaknya di Jalan Ijen, Kelurahan Pilang.

Kini, kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kademangan. Guru SDN Pilang 2 yang akrab disapa Yayuk tersebut mengaku, sore itu bersepeda onthel bersama dua cucunya dengan berkeliling di sekitar kampung. Usai berkeliling, dia mengantarkan cucunya ke rumah orang tuanya yang masih satu kelurahan.

Usai mengantar sang cucu, pulang melintas di Jalan Ijen. Karena Hp-nya berdering, ia memutuskan berhenti dan menjawab panggilan telepon. “HP saya masukin tas kecil. Karena ada telepon dari ibu saya yang di Mojokerto, saya berhenti dan mengangkatnya. Setelah telepon, saya sudah mau masukan HP ke tas lagi, tapi karena ada WA dari anak saya yang mondok, saya baca WA-nya sebentar,” ujarnya.

Saat itulah, pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario hijau menyabet Hp-nya dari belakang. Berhasil, pelaku langsung tancap gas ke timur. “Saya langsung bingung dan panik. Jadi, saya kurang memperhatikan pelat nomornya. Yang jelas dia (pelaku) tidak mengenakan helm. Hanya pakai jaket jamper hitam dan kepalanya ditutupi dengan topi jaketnya itu,” jelasnya.

Menurutnya, ada warga yang melihat pelaku awalnya dari barat. Melihat Yayuk asyik dengan HP-nya, pelaku putar arah dan menyambar gadget-nya dari belakang. “Sepertinya pelaku orang dekat sini. Soalnya nggak pakai helm. Orangnya gemuk, agak pendek. Gak kelihatan wajahnya, karena nggak noleh,” jelasnya.

Seorang guru ini berharap HP-nya bisa kembali. Mengingat, di dalamnya tersimpan data sekolah dan materi pelajaran muridnya. “Saya kepikiran data yang ada di HP. kalau nggak ketemu, saya gak bisa mengajar dan memberi materi ke anak-anak,” ujarnya.

Kapolsek Kademangaan AKP Sumardjo mengatakan, aksi pejambretan itu masih diselidiki. Penyidik juga masih terus berupaya mencari saksi untuk memperkuat penyelidikan. “Masih didalami. Sebab, mencari pelaku yang minim keterangan ini butuh waktu juga,” ujarnya. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo Warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Rahayu Wulyaningsih, 55, harus kehilangan handphone-nya. Rabu (1/7), sekitar pukul 17.30, HP-nya dijambret ketika ia sedang membaca pesan WhatsApp dari anaknya di Jalan Ijen, Kelurahan Pilang.

Kini, kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Kademangan. Guru SDN Pilang 2 yang akrab disapa Yayuk tersebut mengaku, sore itu bersepeda onthel bersama dua cucunya dengan berkeliling di sekitar kampung. Usai berkeliling, dia mengantarkan cucunya ke rumah orang tuanya yang masih satu kelurahan.

Usai mengantar sang cucu, pulang melintas di Jalan Ijen. Karena Hp-nya berdering, ia memutuskan berhenti dan menjawab panggilan telepon. “HP saya masukin tas kecil. Karena ada telepon dari ibu saya yang di Mojokerto, saya berhenti dan mengangkatnya. Setelah telepon, saya sudah mau masukan HP ke tas lagi, tapi karena ada WA dari anak saya yang mondok, saya baca WA-nya sebentar,” ujarnya.

Saat itulah, pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario hijau menyabet Hp-nya dari belakang. Berhasil, pelaku langsung tancap gas ke timur. “Saya langsung bingung dan panik. Jadi, saya kurang memperhatikan pelat nomornya. Yang jelas dia (pelaku) tidak mengenakan helm. Hanya pakai jaket jamper hitam dan kepalanya ditutupi dengan topi jaketnya itu,” jelasnya.

Menurutnya, ada warga yang melihat pelaku awalnya dari barat. Melihat Yayuk asyik dengan HP-nya, pelaku putar arah dan menyambar gadget-nya dari belakang. “Sepertinya pelaku orang dekat sini. Soalnya nggak pakai helm. Orangnya gemuk, agak pendek. Gak kelihatan wajahnya, karena nggak noleh,” jelasnya.

Seorang guru ini berharap HP-nya bisa kembali. Mengingat, di dalamnya tersimpan data sekolah dan materi pelajaran muridnya. “Saya kepikiran data yang ada di HP. kalau nggak ketemu, saya gak bisa mengajar dan memberi materi ke anak-anak,” ujarnya.

Kapolsek Kademangaan AKP Sumardjo mengatakan, aksi pejambretan itu masih diselidiki. Penyidik juga masih terus berupaya mencari saksi untuk memperkuat penyelidikan. “Masih didalami. Sebab, mencari pelaku yang minim keterangan ini butuh waktu juga,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/