alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Hakim Setujui Tantri-Hasan Dipindah ke Rutan Medaeng

SURABAYA, Radar Bromo-Sejak kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, langsung dibawa ke Jakarta. Nah, Hasan dan Tantri berpeluang dipindah ke Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Dalam sidang vonis Kamis (2/6), Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya mengabulkan pemindahan penahanan terdakwa Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin.

Gunadi Wibaksono penasehat hukum (PH) terdakwa Tantri – Hasan berharap, pemindahan penahanan Tantri-Hasan menjadi perhatian serius. Sebab, majelis hakim sudah menyetujui pemindahan itu. Pihaknya pun minta pada JPU KPK agar segera memindah lokasi penahanan kedua kliennya. Sebab, itu sudah menjadi perintah pengadilan.

”Kami akan bermohon pada JPU untuk segera melaksanakan perintah pengadilan itu. Saya yakin semua taat pada hukum. Kami bermohon dan berharap bisa segera pindah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurut Gunadi, ada beberapa alasan kuat yang membuat penahanan kedua kliennya harus dipindah ke Rutan Medaeng. Di antaranya, kedua terdakwa memiliki anak berusia 3 tahun. Sejak keduanya dibawa oleh KPK pukul 03.00, mereka dipisahkan begitu saja dengan anaknya.

Tantri-Hasan Divonis Empat Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan

“Secara psikologis seperti apa efeknya? Sekarang sudah sembilan bulan terpisah. Seorang ibu, bahkan seorang ayah pun pisah dengan anak kandungnya tentu akan mengganggu secara psikologis,” terangnya.

Karena itu, Gunadi berharap kedua kliennya segera dipindah ke Rutan Medaeng. Sehingga, mereka lebih dekat dengan keluarga. “Meskipun belum bisa ada kunjungan langsung, paling tidak kalau lokasinya lebih dekat itu akan lebih tenang,” harapnya.

SURABAYA, Radar Bromo-Sejak kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Bupati Probolinggo nonaktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin, langsung dibawa ke Jakarta. Nah, Hasan dan Tantri berpeluang dipindah ke Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Dalam sidang vonis Kamis (2/6), Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya mengabulkan pemindahan penahanan terdakwa Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin.

Gunadi Wibaksono penasehat hukum (PH) terdakwa Tantri – Hasan berharap, pemindahan penahanan Tantri-Hasan menjadi perhatian serius. Sebab, majelis hakim sudah menyetujui pemindahan itu. Pihaknya pun minta pada JPU KPK agar segera memindah lokasi penahanan kedua kliennya. Sebab, itu sudah menjadi perintah pengadilan.

”Kami akan bermohon pada JPU untuk segera melaksanakan perintah pengadilan itu. Saya yakin semua taat pada hukum. Kami bermohon dan berharap bisa segera pindah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurut Gunadi, ada beberapa alasan kuat yang membuat penahanan kedua kliennya harus dipindah ke Rutan Medaeng. Di antaranya, kedua terdakwa memiliki anak berusia 3 tahun. Sejak keduanya dibawa oleh KPK pukul 03.00, mereka dipisahkan begitu saja dengan anaknya.

Tantri-Hasan Divonis Empat Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan

“Secara psikologis seperti apa efeknya? Sekarang sudah sembilan bulan terpisah. Seorang ibu, bahkan seorang ayah pun pisah dengan anak kandungnya tentu akan mengganggu secara psikologis,” terangnya.

Karena itu, Gunadi berharap kedua kliennya segera dipindah ke Rutan Medaeng. Sehingga, mereka lebih dekat dengan keluarga. “Meskipun belum bisa ada kunjungan langsung, paling tidak kalau lokasinya lebih dekat itu akan lebih tenang,” harapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/