alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Dituntut 2 Tahun, Kades Gunggungan Lor Minta Keringanan Hukuman

KRAKSAAN, Radar Bromo– Sidang lanjutan terdakwa Hasan Basri Kades Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo kembali digelar. Sidang kali ini, agendanya yaitu pembelaan dari penasihat hukum terdakwa.

Sidang digelar di dua lokasi berbeda. Yaitu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, yang dihadiri majelis akim, jaksa dan juga penasihat hukum terdakwa. Sedangkan untuk terdakwa ada di Rutan Kelas IIB Kraksaan. Sedang dipimpin ketua majelis hakim, Maman Suryaman. Setelah dibuka, penasihat hukum terdakwa yang merupakan kuasa penunjukan melakukan pembelaannya.

Cok Gede Putra Gautama, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo mengatakan, dalam pembelaannya, kuasa hukum terdakwa meminta keringanan hukum untuk kliennya. “Intinya minta keringanan hukuman saja,” kata pria yang akrab disapa Cok Gede itu.

Ia menjelaskan, sebelumnya Hasan Basri sebagai terdakwa mengakui kesalahannya.  Ini terungkap saat sidang yang memeriksa keterangan terdakwa. Dalam sidang itu, Hasan Basri mengakui bahwa dirinya salah dan menyesal. “Kalau untuk pengakuan terdakwa kan sudah minggu lalu. Terdakwa mengakui dan menyesal itu,” ungkapnya.

Selanjutnya, sidang akan digelar kembali minggu depan. Sedang itu akan dilakukan dengan agenda pembelaan terdakwa. Meskipun demikian, pihaknya tetap pada tuntutan yang dilakukannya.

“Pembelaannya seperti apa, kami tetap pada tuntutan. Karena memang telah terbukti. Ini kami lihat dari perjalanan sidang, ” terangnya.

Perlu diketahui, Kepala Desa Gunggungan Lor ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan dana desa tahun 2015-2016. Total dana tahun itu sekitar Rp 1,5 miliar yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Dari dana itu, kerugian negara yang disebabkan korupsi kepala desa sekitar Rp 195 juta. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo– Sidang lanjutan terdakwa Hasan Basri Kades Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo kembali digelar. Sidang kali ini, agendanya yaitu pembelaan dari penasihat hukum terdakwa.

Sidang digelar di dua lokasi berbeda. Yaitu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, yang dihadiri majelis akim, jaksa dan juga penasihat hukum terdakwa. Sedangkan untuk terdakwa ada di Rutan Kelas IIB Kraksaan. Sedang dipimpin ketua majelis hakim, Maman Suryaman. Setelah dibuka, penasihat hukum terdakwa yang merupakan kuasa penunjukan melakukan pembelaannya.

Cok Gede Putra Gautama, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo mengatakan, dalam pembelaannya, kuasa hukum terdakwa meminta keringanan hukum untuk kliennya. “Intinya minta keringanan hukuman saja,” kata pria yang akrab disapa Cok Gede itu.

Ia menjelaskan, sebelumnya Hasan Basri sebagai terdakwa mengakui kesalahannya.  Ini terungkap saat sidang yang memeriksa keterangan terdakwa. Dalam sidang itu, Hasan Basri mengakui bahwa dirinya salah dan menyesal. “Kalau untuk pengakuan terdakwa kan sudah minggu lalu. Terdakwa mengakui dan menyesal itu,” ungkapnya.

Selanjutnya, sidang akan digelar kembali minggu depan. Sedang itu akan dilakukan dengan agenda pembelaan terdakwa. Meskipun demikian, pihaknya tetap pada tuntutan yang dilakukannya.

“Pembelaannya seperti apa, kami tetap pada tuntutan. Karena memang telah terbukti. Ini kami lihat dari perjalanan sidang, ” terangnya.

Perlu diketahui, Kepala Desa Gunggungan Lor ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan dana desa tahun 2015-2016. Total dana tahun itu sekitar Rp 1,5 miliar yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Dari dana itu, kerugian negara yang disebabkan korupsi kepala desa sekitar Rp 195 juta. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/