alexametrics
25 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Tujuh Sapi Warga Banyuanyar Dicuri, Tiga Ditemukan  

BANYUANYAR, Radar Bromo – Kawanan maling sapi kembali mengobok-obok Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Tujuh ekor sapi milik warga Desa Gunung Geni dibawa kabur kawanan pencuri, Senin (2/8) dini hari. Tiga sapi akhirnya ditemukan.

Sapi yang dicuri itu milik dua warga. Lima ekor milik Nawi, 60, warga Dusun Lepak’an. Dan dua ekor sapi milik Tris, 65, warga Dusun Nangger. Kedua korban mengetahui sapi mereka tidak berada di kandang saat hendak memberikan pakan di pagi hari.

“Korban baru tahu sapinya raib saat subuh. Tak hanya satu lokasi, tetapi dua lokasi yang menjadi target aksi pencurian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta.

Sebelum pencurian terjadi, Minggu (1/8) malam kedua korban sempat mengecek kandang sapi mereka. Seperti biasa, sapi yang akan ditinggalkan diberikan pakan agar tidak kelaparan. Selesai memberi pakan, keduanya pulang ke rumah masing-masing. Jaraknya tidak jauh dari kandang.

Kedua kandang sapi itu sendiri berkonstruksi semipermanen. Kandang milik Nawi berisi lima ekor sapi. Sementara kandang milik Tris berisi dua ekor sapi.

Pagi hari seperti biasa, keduanya mengecek kandang setelah salat Subuh. Namun, alangkah kagetnya mereka. Sapi di kandang tidak ada semua. Sementara pintu kandang dalam kondisi rusak alias dibobol.

Mengetahui hal tersebut, kedua korban mengabari kepala desa setempat. Lantas kepala desa menginformasikan pencurian itu pada perangkat desa setempat. Dibantu warga setempat, mereka lantas mencari sapi yang dicuri.

Perangkat desa bersama warga pun menyebar untuk mencari jejak pelaku pencurian sapi. Seluruh wilayah yang dicurigai menjadi tempat pelarian dilacak secara seksama.

Hingga akhirnya, mereka menemukan jejak sapi mengarah ke utara Desa Gununggeni. Jejak itu terus diikuti hingga mengarah ke sebuah ladang kosong. Di situlah kemudian ditemukan seekor sapi milik Tris.

Selanjutnya, pencarian diperluas menuju sebelah barat desa.Warga menyisir wilayah yang dicurigai menjadi tempat pelarian. Berjam-jam penyisiran dilakukan.

Hingga akhirnya warga menemukan lagi jejak kaki sapi. Jejak kaki sapi tersebut kemudian diikuti hingga berjarak 6 meter dari titik pencarian. Jejak kaki rupanya masuk k sebuah kebun tebu. Dan benar. Di situ, dua sapi milik Nawi berhasil ditemukan.

“Sapi berhasil ditemukan pukul 06.00 di wilayah yang berbeda. Di tengah tegalan dan kebun tebu. Jumlah sapi yang ditemukan tiga ekor. Seluruhnya sudah dikembalikan pada pemilik. Sejauh ini masih belum ada laporan karena korban masih mencari,” ucap Andri.

Sementara itu, Kades Gununggeni Mohammad Aly membenarkan kejadian tersebut. Hingga kemarin sore, warga masih mencari sapi yang hilang. Pencarian dilakukan pada wilayah yang diduga menjadi tempat kaburnya para pencuri sapi.

“Betul pencurian sapi terjadi. Saat ini masih dalam pengejaran,” jawabnya singkat. (ar/hn)

 

BANYUANYAR, Radar Bromo – Kawanan maling sapi kembali mengobok-obok Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Tujuh ekor sapi milik warga Desa Gunung Geni dibawa kabur kawanan pencuri, Senin (2/8) dini hari. Tiga sapi akhirnya ditemukan.

Sapi yang dicuri itu milik dua warga. Lima ekor milik Nawi, 60, warga Dusun Lepak’an. Dan dua ekor sapi milik Tris, 65, warga Dusun Nangger. Kedua korban mengetahui sapi mereka tidak berada di kandang saat hendak memberikan pakan di pagi hari.

“Korban baru tahu sapinya raib saat subuh. Tak hanya satu lokasi, tetapi dua lokasi yang menjadi target aksi pencurian,” ujar Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta.

Sebelum pencurian terjadi, Minggu (1/8) malam kedua korban sempat mengecek kandang sapi mereka. Seperti biasa, sapi yang akan ditinggalkan diberikan pakan agar tidak kelaparan. Selesai memberi pakan, keduanya pulang ke rumah masing-masing. Jaraknya tidak jauh dari kandang.

Kedua kandang sapi itu sendiri berkonstruksi semipermanen. Kandang milik Nawi berisi lima ekor sapi. Sementara kandang milik Tris berisi dua ekor sapi.

Pagi hari seperti biasa, keduanya mengecek kandang setelah salat Subuh. Namun, alangkah kagetnya mereka. Sapi di kandang tidak ada semua. Sementara pintu kandang dalam kondisi rusak alias dibobol.

Mengetahui hal tersebut, kedua korban mengabari kepala desa setempat. Lantas kepala desa menginformasikan pencurian itu pada perangkat desa setempat. Dibantu warga setempat, mereka lantas mencari sapi yang dicuri.

Perangkat desa bersama warga pun menyebar untuk mencari jejak pelaku pencurian sapi. Seluruh wilayah yang dicurigai menjadi tempat pelarian dilacak secara seksama.

Hingga akhirnya, mereka menemukan jejak sapi mengarah ke utara Desa Gununggeni. Jejak itu terus diikuti hingga mengarah ke sebuah ladang kosong. Di situlah kemudian ditemukan seekor sapi milik Tris.

Selanjutnya, pencarian diperluas menuju sebelah barat desa.Warga menyisir wilayah yang dicurigai menjadi tempat pelarian. Berjam-jam penyisiran dilakukan.

Hingga akhirnya warga menemukan lagi jejak kaki sapi. Jejak kaki sapi tersebut kemudian diikuti hingga berjarak 6 meter dari titik pencarian. Jejak kaki rupanya masuk k sebuah kebun tebu. Dan benar. Di situ, dua sapi milik Nawi berhasil ditemukan.

“Sapi berhasil ditemukan pukul 06.00 di wilayah yang berbeda. Di tengah tegalan dan kebun tebu. Jumlah sapi yang ditemukan tiga ekor. Seluruhnya sudah dikembalikan pada pemilik. Sejauh ini masih belum ada laporan karena korban masih mencari,” ucap Andri.

Sementara itu, Kades Gununggeni Mohammad Aly membenarkan kejadian tersebut. Hingga kemarin sore, warga masih mencari sapi yang hilang. Pencarian dilakukan pada wilayah yang diduga menjadi tempat kaburnya para pencuri sapi.

“Betul pencurian sapi terjadi. Saat ini masih dalam pengejaran,” jawabnya singkat. (ar/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/