alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Dua Kurir SS asal Pandaan dan Sukorejo Terancam 10 Tahun Penjara

BANGIL, Radar Bromo- Bisnis haram yang dilakukan Ismail, 51 dan Moh. Ikhsan, 43, benar-benar mengantarkannya ke balik jeruji besi. Kini, mereka ditahan di Mapolres Pasuruan, setelah ketahuan mengedarkan sabu-sabu.

Ismail merupakan warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan. Sedangkan, Ikhsan tercatat sebagai warga Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukorejo.

Awalnya, polisi berhasil membekuk Ismail di sebuah warung di Desa Wedoro, Jumat (30/7). Saat itu, ia sedang menunggu pemesan sabu. Namun, ternyata yang datang polisi.

“Saat digeledah, kami mengamankan satu kantong berisi sabu-sabu seberat 0,32 gram dari tersangka IS (Ismail),” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz melalui Kasatresnarkoba Polres Pasuruan AKP Domingos Ximenes.

Penyidik pun menginterogasi Ismail. Ia buka suara. Mengaku mendapatkan barang dari Moh. Ikhsan. Malam itu juga, polisi bergerak ke rumah Ikhsan. Ikhsan ditangkap di rumahnya.

Setelah digeledah, polisi menemukan 10 kantong plastik berisi sabu-sabu seberat 3 gram. Mereka pun digiring ke Mapolres Pasuruan.

Menurut Dom, ungkap kasus ini tak lepas dari Program Kampung Tangguh Bebas Narkoba yang didengungkan Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz.

“Kami juga berharap semua anggota Satreskoba, memiliki kemampuan melakukan penggalangan. Apabila semua desa bisa menjalin program serupa seperti ini, kasus narkoba akan bisa dihilangkan,” ujarnya.

Kini, Ismail dan Ikhsan disangka melanggar pasal 114 juncto pasal 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun. (one/rud)

 

BANGIL, Radar Bromo- Bisnis haram yang dilakukan Ismail, 51 dan Moh. Ikhsan, 43, benar-benar mengantarkannya ke balik jeruji besi. Kini, mereka ditahan di Mapolres Pasuruan, setelah ketahuan mengedarkan sabu-sabu.

Ismail merupakan warga Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan. Sedangkan, Ikhsan tercatat sebagai warga Desa Jati Tengah, Kecamatan Sukorejo.

Awalnya, polisi berhasil membekuk Ismail di sebuah warung di Desa Wedoro, Jumat (30/7). Saat itu, ia sedang menunggu pemesan sabu. Namun, ternyata yang datang polisi.

“Saat digeledah, kami mengamankan satu kantong berisi sabu-sabu seberat 0,32 gram dari tersangka IS (Ismail),” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz melalui Kasatresnarkoba Polres Pasuruan AKP Domingos Ximenes.

Penyidik pun menginterogasi Ismail. Ia buka suara. Mengaku mendapatkan barang dari Moh. Ikhsan. Malam itu juga, polisi bergerak ke rumah Ikhsan. Ikhsan ditangkap di rumahnya.

Setelah digeledah, polisi menemukan 10 kantong plastik berisi sabu-sabu seberat 3 gram. Mereka pun digiring ke Mapolres Pasuruan.

Menurut Dom, ungkap kasus ini tak lepas dari Program Kampung Tangguh Bebas Narkoba yang didengungkan Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz.

“Kami juga berharap semua anggota Satreskoba, memiliki kemampuan melakukan penggalangan. Apabila semua desa bisa menjalin program serupa seperti ini, kasus narkoba akan bisa dihilangkan,” ujarnya.

Kini, Ismail dan Ikhsan disangka melanggar pasal 114 juncto pasal 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara selama 10 tahun. (one/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/