alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Bela Ayahnya yang Cekcok, Pria Lekok Ini Malah Berurusan Hukum

LEKOK, Radar Bromo – Hendak membela ayahnya, Fathoni, 25, malah berurusan dengan hukum. Warga Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan harus melewati hari harinya di balik jeruji besi. Pria yang kesehariannya sebagai nelayan ini dibekuk Unit Reskrim Polsek Lekok karena melakukan penganiayaan pada 15 Mei lalu di bibir pantai di Dusun Paras, Desa Jatirejo.

Fathoni ditangkap usai ada laporan dari Mohammad Hilmi, 30, warga Desa Jatirejo. Dalam laporannya, Hilmi mengaku, pada Sabtu (15/5) sekitar pukul 16.00, dia terluka akibat penganiayaan.

Penganiayaan itu terjadi saat 15 Mei lalu, Hilmi mendatangi ayah Fathoni, yang bernama Jasim. Dia hendak menanyakan mainan perahu yang terbuat dari bambu. Sebelumnya mainan perahu tersebut adalah milik Hilmi yang dipasang di perahunya.

Entah mengapa tiba-tiba mainan itu berada di perahu milik Jasim. Setelah diminta oleh Hilmi, Jasim malah membanting mainan tersebut, sehingga patah menjadi dua. Alhirnya Hilmi cekcok mulut dengan Jasim. Nah, saat itu Fathoni berada di sebelah Jasim.

“Fathoni ini langsung mengambil papan kayu sepanjang 75 sentimeter dan dilemparkan ke arah korban (Hilmi, Red). Lemparan itu mengenai rusuk sebelah kiri Hilmi sehingga korban mengalami patah tulang rusuk bagian bawah,” ungkap Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto.

Setelah kejadian itu, korban ditolong oleh saudaranya dan dibawa ke puskesmas Lekok. Selanjutnya, korban didampingi keluarganya melapor ke Polsek Lekok. Selang dua pekan kemudian, pelaku berhasil diamankan di rumahnya beserta barang bukti berupa kayu yang digunakan pelaku untuk memukul korban.

“Pelaku mengaku melakukan itu karena membela ayahnya, Jasim. Ia dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan. Ancaman pidananya adalah maksimal tiga tahun,” sebut Endy. (riz/fun)

LEKOK, Radar Bromo – Hendak membela ayahnya, Fathoni, 25, malah berurusan dengan hukum. Warga Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan harus melewati hari harinya di balik jeruji besi. Pria yang kesehariannya sebagai nelayan ini dibekuk Unit Reskrim Polsek Lekok karena melakukan penganiayaan pada 15 Mei lalu di bibir pantai di Dusun Paras, Desa Jatirejo.

Fathoni ditangkap usai ada laporan dari Mohammad Hilmi, 30, warga Desa Jatirejo. Dalam laporannya, Hilmi mengaku, pada Sabtu (15/5) sekitar pukul 16.00, dia terluka akibat penganiayaan.

Penganiayaan itu terjadi saat 15 Mei lalu, Hilmi mendatangi ayah Fathoni, yang bernama Jasim. Dia hendak menanyakan mainan perahu yang terbuat dari bambu. Sebelumnya mainan perahu tersebut adalah milik Hilmi yang dipasang di perahunya.

Entah mengapa tiba-tiba mainan itu berada di perahu milik Jasim. Setelah diminta oleh Hilmi, Jasim malah membanting mainan tersebut, sehingga patah menjadi dua. Alhirnya Hilmi cekcok mulut dengan Jasim. Nah, saat itu Fathoni berada di sebelah Jasim.

“Fathoni ini langsung mengambil papan kayu sepanjang 75 sentimeter dan dilemparkan ke arah korban (Hilmi, Red). Lemparan itu mengenai rusuk sebelah kiri Hilmi sehingga korban mengalami patah tulang rusuk bagian bawah,” ungkap Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto.

Setelah kejadian itu, korban ditolong oleh saudaranya dan dibawa ke puskesmas Lekok. Selanjutnya, korban didampingi keluarganya melapor ke Polsek Lekok. Selang dua pekan kemudian, pelaku berhasil diamankan di rumahnya beserta barang bukti berupa kayu yang digunakan pelaku untuk memukul korban.

“Pelaku mengaku melakukan itu karena membela ayahnya, Jasim. Ia dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan. Ancaman pidananya adalah maksimal tiga tahun,” sebut Endy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/