Tak Cukup Bukti, Tersangka Penadah asal Tiris Dilepas dari Tahanan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Dua tersangka kasus penadah barang curian Alimudin dan Salam, warga Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, dikeluarkan dari tahanan Mapolres Probolinggo. Mereka dikeluarkan karena masa tahanannya telah habis. Sedangkan, berkas perkaranya tak kuncung lengkap alias P-21.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso membenarkan perihal pengeluaran dua tersangka dari tahanan. Mereka dikembalikan kepada keluarganya karena berkas kasusnya belum juga dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo. “Bukan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Tapi, hanya pengeluaran dari tahanan. Itu, dilakukan karena masa penahanan selama 60 hari telah habis,” ujarnya.

Rizki menjelaskan, berkas perkara kasus ini telah naik ke Kejaksaan selama dua kali. Selama itu pula selalu dikembalikan karena belum lengkap. Alasannya, karena penyidik tidak melengkapi alat bukti. “Katanya buktinya tidak cukup. Jadi, Kejaksaan tidak berani melanjutkan perkara ini. Kalau kami yakin kedua orang itu merupakan pelaku,” ujarnya.

Ia memastikan perkara ini tetap berlanjut. Karenanya, pihaknya akan melengkapi bukti yang diminta Kejaksaan. “Kami tetap lanjutkan. Kami merekalah pelakunya. Ilyas yang kehilangan motor, pelaku yang menawarkan untuk dicarikan dan ditebus. Selanjutnya, ada warga sekitar juga yang kehilangan truk dan tersangka Alimudin ini juga yang menawarkan untuk ditebus,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejari Kabupaten Probolinggo Ardian Junaedi mengatakan, tidak bisa meneruskan perkara ini karena penyidik tidak bisa melengkapi bukti yang diminta. “Kami sangat berhati-hati sekali. Karena kasus hukum tidak main-main. Jangan sampai nanti kami lanjutkan, tetapi karena kurang bukti vonis pengadilan menjadikanya bebas,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya saat ini meminta kloning handphone milik Alimudin yang kebetulan bisa diamankan. Dari kloning itulah nanti bisa diketahui semuanya. (sid/rud)