Ada Pandemi Korona, Pencarian Tahanan Rutan Bangil yang Kabur Terpecah

BANGIL, Radar Bromo – Sudah hampir tiga bulan, Sipaul Hadi kabur dari tahanan Rutan Bangil. Namun, selama itu pula pelaku kasus pencurian itu hilang jejak hingga sekarang.

Pihak Rutan pun kesulitan untuk memburunya. Terlebih lagi dengan kondisi merebaknya virus korona. Membuat konsentrasi untuk memburu pemuda asal Orobulu, Kecamatan Rembang, itu terpecah.

Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo mengakui, belum menemukan jejak pelaku kejahatan yang kabur dari ruang isolasi Rutan Bangil. Bahkan, pihaknya pun tak bisa lagi terkonsentrasi untuk melakukan pengejaran. “Kami untuk sementara waktu, lebih memfokuskan diri menangani yang ada di dalam Rutan Bangil,” jelasnya.

Hal ini seiring dengan merebaknya kasus korona. Pihak Rutan sekarang lebih terkonsentrasi untuk menangani ratusan warga binaan yang ada di dalam penjara. “Ada 500 lebih warga binaan di sini. Makanya, sementara ini akan kami fokuskan ke warga binaan yang ada terlebih dahulu,” sambungnya.

Sebab, jumlah personel yang dimiliki Rutan Bangil terbatas untuk melakukan pengejaran. Hal itu yang menjadi kendala pihak rutan untuk memburu buronan tersebut. Meski begitu, bukan berarti pihaknya tanpa upaya.

Karena komunikasi dengan pihak kepolisian terus dilakukan. Hanya saja, intensitas dalam memburu pelaku tidak terfokus seperti sebelumnya. “Konsentrasi akan kami tingkatkan kembali, setelah wabah korona ini benar-benar teratasi,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang tahanan Rutan Bangil kabur. Tahanan bernama Sipaul Hadi itu kabur dari ruang isolasi sejak 4 Januari 2020 lalu. Ia kabur dengan menjebol atap plafon.

Selanjutnya, ia naik genting untuk pindah ke atap blok tahanan C1. Pelaku kemudian melompati pagar untuk masuk ke kawasan permukiman. Sejak itulah, keberadaannya hilang tanpa jejak. Sipaul berhasil kabur setelah memanfaatkan lemahnya pengawasan ruang tahanan setempat.

Pihak Rutan sendiri sudah menggelar sayembara. Namun, hingga kini tidak ada titik terang adanya keberadaan pelaku. (one/mie)