alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Periksakan Kejiwaan Pelaku Pembacokan Ipar ke RSJ Meski Tertunda

KRUCIL, Radar Bromo – Sempat tertunda, Polsek Krucil akhirnya memeriksakan kejiwaan Djumali, 63, warga Dusun Nangkaan, Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kamis (25/2) di RSJ Lawang, Kabupaten Malang. Pemeriksaan ini mendapatkan pengawalan ketat dari Polsek Krucil.

Kapolsek Krucil AKP Abdul Wakhid mengatakan, rencana pemeriksaan kejiwaan molor dari jadwal yang telah ditentukan. Sebab masih ada beberapa berkas administrasi yang perlu dilengkapi. Sehingga baru bisa dilaksanakan Kamis.

“Jadwal molor 3 hari. Rencananya Senin (22/2) lalu dibawa ke RSJ. Berhubung ada berkas yang belum lengkap jadi harus dilengkapi dulu,” katanya.

Korban yang Dibacok Adik Ipar di Krucil Tewas

Kapolsek menuturkan, sebanyak 3 Anggota Polsek Krucik turut mengantar, mendampingi, dan mengawasi jalannya proses pemeriksaan. Rangkaian pemeriksaan pun dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan Djumali.

“Hingga sore hari pemeriksaan masih dilakukan, belum ada hasil pemeriksaan. Estimasi waktu pemeriksaan kami juga belum tahu. Yang jelas akan kami tunggu sampai hasil pemeriksaan keluar,” tuturnya.

Hasil dari pemeriksaan di RSJ nantinya akan menjadi landasan untuk kelanjutan kasus pembacokan yang menjerat Djumali. Pasalnya perbuatan yang dilakukannya telah menyebabkan saudara iparnya meninggal dunia. Apabila hasil dari hasil pemeriksaan dinyatakan benar mengalami gangguan jiwa, maka pelaku akan bebas demi hukum. Kemudian akan dititipkan di RSJ.

“Biar semua berproses lebih dulu, saat ini sedang diperiksa oleh ahli jadi kami menunggu hasilnya. Kemudian akan mengambil tindakan,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Dusun Nangkaan, Desa Betek, Kecamatan Krucil dibuat gempar oleh Djumali, 63. Pria asal dusun setempat itu tanpa sebab membacok kakak iparnya Satro, 67, dengan membabi buta, Senin (15/2) malam. Akibatnya korban meninggal dunia. (ar/fun)

KRUCIL, Radar Bromo – Sempat tertunda, Polsek Krucil akhirnya memeriksakan kejiwaan Djumali, 63, warga Dusun Nangkaan, Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kamis (25/2) di RSJ Lawang, Kabupaten Malang. Pemeriksaan ini mendapatkan pengawalan ketat dari Polsek Krucil.

Kapolsek Krucil AKP Abdul Wakhid mengatakan, rencana pemeriksaan kejiwaan molor dari jadwal yang telah ditentukan. Sebab masih ada beberapa berkas administrasi yang perlu dilengkapi. Sehingga baru bisa dilaksanakan Kamis.

“Jadwal molor 3 hari. Rencananya Senin (22/2) lalu dibawa ke RSJ. Berhubung ada berkas yang belum lengkap jadi harus dilengkapi dulu,” katanya.

Korban yang Dibacok Adik Ipar di Krucil Tewas

Kapolsek menuturkan, sebanyak 3 Anggota Polsek Krucik turut mengantar, mendampingi, dan mengawasi jalannya proses pemeriksaan. Rangkaian pemeriksaan pun dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan Djumali.

“Hingga sore hari pemeriksaan masih dilakukan, belum ada hasil pemeriksaan. Estimasi waktu pemeriksaan kami juga belum tahu. Yang jelas akan kami tunggu sampai hasil pemeriksaan keluar,” tuturnya.

Hasil dari pemeriksaan di RSJ nantinya akan menjadi landasan untuk kelanjutan kasus pembacokan yang menjerat Djumali. Pasalnya perbuatan yang dilakukannya telah menyebabkan saudara iparnya meninggal dunia. Apabila hasil dari hasil pemeriksaan dinyatakan benar mengalami gangguan jiwa, maka pelaku akan bebas demi hukum. Kemudian akan dititipkan di RSJ.

“Biar semua berproses lebih dulu, saat ini sedang diperiksa oleh ahli jadi kami menunggu hasilnya. Kemudian akan mengambil tindakan,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Dusun Nangkaan, Desa Betek, Kecamatan Krucil dibuat gempar oleh Djumali, 63. Pria asal dusun setempat itu tanpa sebab membacok kakak iparnya Satro, 67, dengan membabi buta, Senin (15/2) malam. Akibatnya korban meninggal dunia. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/