alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Pembacokan Pemuda Jati, Polisi Periksa Lima Saksi

MAYANGAN, Radar Bromo – Polsek Mayangan terus mendalami aksi pembacokan pada korban Muhammad Azizul Hakim, 24 Warga Jalan WR Supratman, Jati, Mayangan. Saat ini polisi sudah memeriksa lima saksi terkait aksi pembacokan itu. Termasuk saksi korban.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi mengatakan, pascakejadian pria berinisial JM yang diduga terlibat dalam pembacokan itu, diprediksi melarikan diri ke luar daerah. Saat petugas mendatangi rumahnya, JM sudah tidak ada di rumahnya. “Informasi yang kami terima, dia (JM) melarikan diri ke luar daerah,” terang Mugi.

Meski begitu, Mugi menerangkan, yang melakukan pembacokan sejatinya bukan JM. “Jadi, meski JM bukan pelakunya, namun dia terlibat dan kuat mengarah menjadi tersangka,” terangnya.

Sementara itu, polisi kesulitan untuk mengungkap dua pelaku pembacokannya. Sebab, identitasnya belum diketahui. Identitas dua pembacok bakal diketahui bila JM ditangkap. Selain memeriksa 5 saksi, polisi juga mengamankan BB berupa sabuk atau sarung celurit.

Diketahui, Muhammad Azizul Hakim, 24, warga Jalan WR Supratman, Jati, Mayangan, dibacok di bagian kepala, Senin (24/2) lalu. Aziz–sapaannya- mengaku tidak tahu menahu mengapa aksi pembacokan itu dilakukan.

“JM ini langsung memotong dan memberhentikan motor saya. Saya lalu berhenti. Karena JM ini tiba-tiba mukul saya, maka saya balik mukul. Tiba-tiba, dari belakang satu orang membacok saya, saya sadarnya dibacok pada saat baju saya terasa basah dan rupanya itu darah dari kepala belakang saya. Sementara satu lagi mau mengeluarkan celurit. Tapi saya minta ampun,” terang korban Aziz. (rpd/mie)

MAYANGAN, Radar Bromo – Polsek Mayangan terus mendalami aksi pembacokan pada korban Muhammad Azizul Hakim, 24 Warga Jalan WR Supratman, Jati, Mayangan. Saat ini polisi sudah memeriksa lima saksi terkait aksi pembacokan itu. Termasuk saksi korban.

Kanit Reskrim Polsek Mayangan Iptu Mugi mengatakan, pascakejadian pria berinisial JM yang diduga terlibat dalam pembacokan itu, diprediksi melarikan diri ke luar daerah. Saat petugas mendatangi rumahnya, JM sudah tidak ada di rumahnya. “Informasi yang kami terima, dia (JM) melarikan diri ke luar daerah,” terang Mugi.

Meski begitu, Mugi menerangkan, yang melakukan pembacokan sejatinya bukan JM. “Jadi, meski JM bukan pelakunya, namun dia terlibat dan kuat mengarah menjadi tersangka,” terangnya.

Sementara itu, polisi kesulitan untuk mengungkap dua pelaku pembacokannya. Sebab, identitasnya belum diketahui. Identitas dua pembacok bakal diketahui bila JM ditangkap. Selain memeriksa 5 saksi, polisi juga mengamankan BB berupa sabuk atau sarung celurit.

Diketahui, Muhammad Azizul Hakim, 24, warga Jalan WR Supratman, Jati, Mayangan, dibacok di bagian kepala, Senin (24/2) lalu. Aziz–sapaannya- mengaku tidak tahu menahu mengapa aksi pembacokan itu dilakukan.

“JM ini langsung memotong dan memberhentikan motor saya. Saya lalu berhenti. Karena JM ini tiba-tiba mukul saya, maka saya balik mukul. Tiba-tiba, dari belakang satu orang membacok saya, saya sadarnya dibacok pada saat baju saya terasa basah dan rupanya itu darah dari kepala belakang saya. Sementara satu lagi mau mengeluarkan celurit. Tapi saya minta ampun,” terang korban Aziz. (rpd/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/