Bekuk Dua Pengedar Pil Trek-Dextro asal Sumberasih-Jati

MAYANGAN, Radar Bromo – Dua pengedar pil dibekuk Satreskoba Polres Probolinggo Kota. Sebab, mereka tanpa izin mengedarkan sediaan farmasi. Keduanya adalah Sugianto, 33, warga Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Serta, Suwandi, 48, warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya mengatakan, kedua tersangka merupakan target yang diperoleh dari hasil pengembangan kasus sebelumnya. Mereka dibekuk dalam waktu berbeda. “Mereka menjadi incaran setelah salah satu pembeli pil tertangkap dan mengatakan barang dibeli dari Sugianto dan Suwandi,” ujarnya.

Sugianto tertangkap pada Senin (2/9), pukul 21.00 di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Kemudian, polisi menggeledah rumah tersangka di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Di sana, polisi menemukan 5.030 butir pil Trihexyphenidyl (trek), 7.000 butir pil Dextro, dan 1 unit handphone.

Sementara, Suwandi tertangkap pada Jumat (27/9), pukul 15.00 di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Awalnya, petugas mengamankan saksi pembeli yang membawa 10 butir pil Trihexyphenidyl. Setelah dilakukan interogasi, saksi mengaku mendapat barang dari Suwandi.

Dari warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, ini polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, ada 54 butir pil Trihexyphenidyl, buku rekapan penjualan, dan uang Rp 1,5 juta.

“Menurut informasi yang diperoleh dari kedua tersangka, barang itu diperoleh dari rekannya yang berasal dari Sumberasih. Satu pil harganya Rp 1.000, mereka menjual satu paket isi 10. Jadi, mereka menjualnya Rp 10 ribu. Kasus ini masih terus kami kembangkan,” ujarnya.

Ambariyadi mengatakan, keduanya disangka melanggar pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. (ar/rud)