alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Pelajar Diamankan setelah Dikira Maling, Akhirnya Dilepas

KADEMANGAN, Radar BromoSeorang pelajar sebuah SMK berinsial S, 17, warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, diamankan warga. Itu lantaran ia tanpa izin masuk ke pekarangan orang dengan gelagat mencurigakan.

Sabtu (30/7) sekitar pukul 15.30, dari rumahnya, S mengendarai sepeda motor ke selatan. Sesampai di Jalan Kalimas, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, ia memarkirkan motornya. Kemudian masuk areal pekarangan.

Ulahnya diketahui pemilik pekarangan, Agus Nandar, 40. Curiga, Agus bertanya dengan nada tinggi. “Mau ngapain kamu?” Suaranya yang keras didengar warga sekitar. Ingin tahu, mereka keluar.

“Saya curiga karena pemuda ini tidak pernah saya lihat sebelumnya. Jalan mondar-mandir di pekarangan. Karena takut maling, saya teriak. Tetangga langsung keluar mendengar teriakan saya,” ujar Agus di Mapolsek Kademangan.

S sempat diinterogasi warga. Tetapi, tak menjawab. Karena itu, dibawa ke Mapolsek Kademangan. Kepada polisi, ia mengaku hanya ingin menunggu teman. Namun, kemudian mengaku hendak mencuri sepeda onthel.

Kapolsek Kademangan Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, sebenarnya S melanggar pasal 167 KUHP tentang masuk ke pekarangan orang lain tanpa izin. Tetapi, karena ancaman hukumnya di bawah lima tahun, tidak ditahan. Sesuai kesepakatan dengan pemilik, peristiwa ini diselesaikan dengan restorative justice.

“Ancamannya cuma sembilan bulan. Lagi pula si pemilik kasihan karena anak ini yatim. Jadi, ia hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya. (riz/rud)

KADEMANGAN, Radar BromoSeorang pelajar sebuah SMK berinsial S, 17, warga Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, diamankan warga. Itu lantaran ia tanpa izin masuk ke pekarangan orang dengan gelagat mencurigakan.

Sabtu (30/7) sekitar pukul 15.30, dari rumahnya, S mengendarai sepeda motor ke selatan. Sesampai di Jalan Kalimas, Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, ia memarkirkan motornya. Kemudian masuk areal pekarangan.

Ulahnya diketahui pemilik pekarangan, Agus Nandar, 40. Curiga, Agus bertanya dengan nada tinggi. “Mau ngapain kamu?” Suaranya yang keras didengar warga sekitar. Ingin tahu, mereka keluar.

“Saya curiga karena pemuda ini tidak pernah saya lihat sebelumnya. Jalan mondar-mandir di pekarangan. Karena takut maling, saya teriak. Tetangga langsung keluar mendengar teriakan saya,” ujar Agus di Mapolsek Kademangan.

S sempat diinterogasi warga. Tetapi, tak menjawab. Karena itu, dibawa ke Mapolsek Kademangan. Kepada polisi, ia mengaku hanya ingin menunggu teman. Namun, kemudian mengaku hendak mencuri sepeda onthel.

Kapolsek Kademangan Kompol Eko Hari Suprapto mengatakan, sebenarnya S melanggar pasal 167 KUHP tentang masuk ke pekarangan orang lain tanpa izin. Tetapi, karena ancaman hukumnya di bawah lima tahun, tidak ditahan. Sesuai kesepakatan dengan pemilik, peristiwa ini diselesaikan dengan restorative justice.

“Ancamannya cuma sembilan bulan. Lagi pula si pemilik kasihan karena anak ini yatim. Jadi, ia hanya diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/