alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Ditinggal Beli Obat di Apotek Jalan Mastrip, Motor Dicuri

KEDOPOK, Radar BromoWarga Kota Probolinggo harus lebih waspada. Terutama terhadap ancaman maling motor. Jika tidak, peristiwa yang dialami Rumiyati, 33, warga Jalan Kyai Abdul Hamid, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, bisa terjadi.

Ia harus kehilangan motor Honda Vario hitam-putih bernopol N 5613 QI. Sabtu (30/7) malam, korban memarkir motornya di pedestrian untuk membeli obat di sebuah apotek di Jalan Mastrip. Aksi pelaku sempat terekam closed circuit television (CCTV) milik apotek.

Dalam rekaman CCTV berdurasi dua menit itu, diketahui korban memarkirkan kendaraannya di depan apotek sekitar pukul 18.06. Selang satu menit, setelah korban masuk ke apotek, ada dua pelaku berboncengan motor matik. Salah satu pelaku membawa motor korban dengan didorong.

Rumiyati mengaku, petang itu baru saja menggantikan suaminya, Kurdi, 34, yang sedang menunaikan ibadah salat Magrib berjualan sate di seberang SPBU Mastrip. Setelah suaminya datang, korban berniat pulang.

Di tengah perjalanan, mampir ke apotek untuk membeli obat gatal. Di lokasi, korban melihat ada pengendara motor matik yang hendak keluar dari tempat parkir. Karena itulah, ia memutuskan parkir di pinggir jalan. Setelah keluar dari apotek, ternyata motornya sudah raib.

“Biasanya saya beli obat cepat. Satu menit langsung keluar, makanya saya memutuskan tidak parkir ke dalam. Cuma petugas yang melayani saya, lama sekali cari obatnya,” katanya ketika ditemui di rumahnya.

Ia belum melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Wonoasih. Alasannya, seorang polisi yang langganan sate kepadanya. Ia mengaku akan membantu melaporkan kejadian ini. “Ia sudah berjanji untuk membantu,” ujar Rumiyati.

KEDOPOK, Radar BromoWarga Kota Probolinggo harus lebih waspada. Terutama terhadap ancaman maling motor. Jika tidak, peristiwa yang dialami Rumiyati, 33, warga Jalan Kyai Abdul Hamid, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, bisa terjadi.

Ia harus kehilangan motor Honda Vario hitam-putih bernopol N 5613 QI. Sabtu (30/7) malam, korban memarkir motornya di pedestrian untuk membeli obat di sebuah apotek di Jalan Mastrip. Aksi pelaku sempat terekam closed circuit television (CCTV) milik apotek.

Dalam rekaman CCTV berdurasi dua menit itu, diketahui korban memarkirkan kendaraannya di depan apotek sekitar pukul 18.06. Selang satu menit, setelah korban masuk ke apotek, ada dua pelaku berboncengan motor matik. Salah satu pelaku membawa motor korban dengan didorong.

Rumiyati mengaku, petang itu baru saja menggantikan suaminya, Kurdi, 34, yang sedang menunaikan ibadah salat Magrib berjualan sate di seberang SPBU Mastrip. Setelah suaminya datang, korban berniat pulang.

Di tengah perjalanan, mampir ke apotek untuk membeli obat gatal. Di lokasi, korban melihat ada pengendara motor matik yang hendak keluar dari tempat parkir. Karena itulah, ia memutuskan parkir di pinggir jalan. Setelah keluar dari apotek, ternyata motornya sudah raib.

“Biasanya saya beli obat cepat. Satu menit langsung keluar, makanya saya memutuskan tidak parkir ke dalam. Cuma petugas yang melayani saya, lama sekali cari obatnya,” katanya ketika ditemui di rumahnya.

Ia belum melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Wonoasih. Alasannya, seorang polisi yang langganan sate kepadanya. Ia mengaku akan membantu melaporkan kejadian ini. “Ia sudah berjanji untuk membantu,” ujar Rumiyati.

MOST READ

BERITA TERBARU

/