alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Remaja asal Kraksaan Ini Edarkan Pil, Dibekuk Polisi di Rumahnya

KRAKSAAN, Radar Bromo – Di usianya yang masih belia, IH, harus berurusan dengan hukum. Remaja 18 tahun asal Desa Alassumur, Kecamatan Kraksaan itu, diamankan polisi usai kedapatan mengedarkan obat keras berbahaya (okerbaya).

IH diringkus di rumahnya, Rabu (29/6) lalu. Penangkapan dilakukan usai pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa IH menjadi pengedar obat yang semestinya memiliki izin edar kefarmasian tersebut. Bahkan pil itu dijual IH dengan harga murah.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, penangkapan IH bermula ketika anggota piket mendapatkan informasi dari seseorang yang sedang mabuk di tepi jalan Kraksaan. “Pemuda yang mabuk itu, AH warga Kraksaan. Sebelumnya memang ada informasi jika ada pemuda mabuk. Sehingga anggota kami langsung mendatangi lokasi, dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Setelah diamankan, petugas melakukan penggeledahan kepada sejumlah pemuda tersebut. Saat itu, pihak kepolisian kemudian menemukan salah seorang remaja membawa 10 butir pil koplo. “Setelah berhasil menggeledah dan pemuda itu langsung diamankan ke Polsek Kraksaan untuk dimintai keterangan,” beber kapolsek.

Hasil dari pemeriksaan diketahui jika obat-obatan terlarang tersebut didapatkan dari pemuda di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. “Saat ditanya, pemuda ini mengaku jika pil yang ada di saku celananya didapatkan dari tersangka ini (IH, Red). Setelah mengantongi identitas pengedar baik nama dan alamatnya, langsung ditindaklanjuti sama anggota yang piket,” terang kapolsek.

Setelah dikembangkan, sambung Sujianto, tidak hanya tersangka saja yang berhasil diamankan di rumahnya. Petugas juga menyita beberapa barang bukti di antaranya 17 paket pil koplo siap edar dan masing-masing paket itu berisi 4 butir pil dengan harga Rp 10 ribu.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Di usianya yang masih belia, IH, harus berurusan dengan hukum. Remaja 18 tahun asal Desa Alassumur, Kecamatan Kraksaan itu, diamankan polisi usai kedapatan mengedarkan obat keras berbahaya (okerbaya).

IH diringkus di rumahnya, Rabu (29/6) lalu. Penangkapan dilakukan usai pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa IH menjadi pengedar obat yang semestinya memiliki izin edar kefarmasian tersebut. Bahkan pil itu dijual IH dengan harga murah.

Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, penangkapan IH bermula ketika anggota piket mendapatkan informasi dari seseorang yang sedang mabuk di tepi jalan Kraksaan. “Pemuda yang mabuk itu, AH warga Kraksaan. Sebelumnya memang ada informasi jika ada pemuda mabuk. Sehingga anggota kami langsung mendatangi lokasi, dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum,” katanya.

Setelah diamankan, petugas melakukan penggeledahan kepada sejumlah pemuda tersebut. Saat itu, pihak kepolisian kemudian menemukan salah seorang remaja membawa 10 butir pil koplo. “Setelah berhasil menggeledah dan pemuda itu langsung diamankan ke Polsek Kraksaan untuk dimintai keterangan,” beber kapolsek.

Hasil dari pemeriksaan diketahui jika obat-obatan terlarang tersebut didapatkan dari pemuda di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. “Saat ditanya, pemuda ini mengaku jika pil yang ada di saku celananya didapatkan dari tersangka ini (IH, Red). Setelah mengantongi identitas pengedar baik nama dan alamatnya, langsung ditindaklanjuti sama anggota yang piket,” terang kapolsek.

Setelah dikembangkan, sambung Sujianto, tidak hanya tersangka saja yang berhasil diamankan di rumahnya. Petugas juga menyita beberapa barang bukti di antaranya 17 paket pil koplo siap edar dan masing-masing paket itu berisi 4 butir pil dengan harga Rp 10 ribu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/