alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Rampas Motor Peminjam Utang, Bos “Bank Titil”-Debt Collector Ditahan

BANGIL, Radar Bromo – Utang Rp 30 juta bengkak jadi Rp 40 juta. Itulah awalnya. Siti Sholihati alias Suliati menagih utang tersebut kepada Widya Risa Ilmi, tetangganya di Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi. Tapi, karena menagihnya disertai perampasan sepeda motor, Suliati sang bos “bank titil” (sebutan untuk pemberi pinjaman uang dengan bunga) terjerat pidana. Dia dijebloskan ke tahanan.

Suliati ditahan kejaksaan mulai Jumat (25/6). Perempuan 43 tahun tersebut dituding sebagai otak perampasan sepeda motor milik Widya. Jaksa Penuntut Umum Kejari Kabupaten Pasuruan Denata Suryaningrat menjelaskan, Suliati disangka melakukan pencurian dengan kekerasan.

Kasus tersebut, lanjut dia, memang berawal dari perkara utang piutang. Suliati dikenal sebagai pengusaha peminjaman uang. Salah satu nasabahnya adalah Widya. Perempuan 21 tahun tersebut meminjam uang sekitar Rp 30 juta.

Setelah beberapa bulan berlalu, dia tidak sanggup melunasinya. Hanya mampu bayar Rp 5 juta. Utang itu lama tidak dilunasi. ”Ada bunga. Menjadi kurang lebih Rp 40 juta,” jelas jaksa yang juga menjabat Kasidatun Kejari Kabupaten Pasuruan tersebut.

Karena uang tidak kunjung kembali, Suliati mendatangi rumah korban. Dia tidak sendirian. Tiga laki-laki diajaknya menagih. Yaitu, Dani Matta, 35; serta dua lelaki lain yang sampai sekarang masih kabur.

Hari itu Minggu (25/4). Widya tidak juga mampu membayar. Suliati geram. Cekcok pun terjadi. Adu mulut itu berujung upaya kekerasan. Suliati dan para penagih utang lain mengambil paksa sepeda motor Honda Vario milik Widya.

Merasa menjadi korban perampasan, Widya kemudian melapor ke polisi. Petugas mengamankan Dani Matta pada (28/4) sebagai penagih utang atau biasa disebut debt collector. Dua pelaku lain memilih melarikan diri.

Dalam perkembangan penyidikan, Suliati juga diproses hukum. Sebab, dia dinilai sebagai otak perampasan ini. Akhirnya bahkan menjadi tersangka. ”Pihak kepolisian kemudian melimpahkan berkas perkara tahap dua ke kejaksaan. Kami kemudian menahannya,” imbuhnya.

Saat ini, proses hukum masih tahap penyusunan dakwaan dan penuntutan. Perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bangil untuk disidangkan. Dani Matta dan Suliati akan duduk di kursi pesakitan terdakwa. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Utang Rp 30 juta bengkak jadi Rp 40 juta. Itulah awalnya. Siti Sholihati alias Suliati menagih utang tersebut kepada Widya Risa Ilmi, tetangganya di Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi. Tapi, karena menagihnya disertai perampasan sepeda motor, Suliati sang bos “bank titil” (sebutan untuk pemberi pinjaman uang dengan bunga) terjerat pidana. Dia dijebloskan ke tahanan.

Suliati ditahan kejaksaan mulai Jumat (25/6). Perempuan 43 tahun tersebut dituding sebagai otak perampasan sepeda motor milik Widya. Jaksa Penuntut Umum Kejari Kabupaten Pasuruan Denata Suryaningrat menjelaskan, Suliati disangka melakukan pencurian dengan kekerasan.

Kasus tersebut, lanjut dia, memang berawal dari perkara utang piutang. Suliati dikenal sebagai pengusaha peminjaman uang. Salah satu nasabahnya adalah Widya. Perempuan 21 tahun tersebut meminjam uang sekitar Rp 30 juta.

Setelah beberapa bulan berlalu, dia tidak sanggup melunasinya. Hanya mampu bayar Rp 5 juta. Utang itu lama tidak dilunasi. ”Ada bunga. Menjadi kurang lebih Rp 40 juta,” jelas jaksa yang juga menjabat Kasidatun Kejari Kabupaten Pasuruan tersebut.

Karena uang tidak kunjung kembali, Suliati mendatangi rumah korban. Dia tidak sendirian. Tiga laki-laki diajaknya menagih. Yaitu, Dani Matta, 35; serta dua lelaki lain yang sampai sekarang masih kabur.

Hari itu Minggu (25/4). Widya tidak juga mampu membayar. Suliati geram. Cekcok pun terjadi. Adu mulut itu berujung upaya kekerasan. Suliati dan para penagih utang lain mengambil paksa sepeda motor Honda Vario milik Widya.

Merasa menjadi korban perampasan, Widya kemudian melapor ke polisi. Petugas mengamankan Dani Matta pada (28/4) sebagai penagih utang atau biasa disebut debt collector. Dua pelaku lain memilih melarikan diri.

Dalam perkembangan penyidikan, Suliati juga diproses hukum. Sebab, dia dinilai sebagai otak perampasan ini. Akhirnya bahkan menjadi tersangka. ”Pihak kepolisian kemudian melimpahkan berkas perkara tahap dua ke kejaksaan. Kami kemudian menahannya,” imbuhnya.

Saat ini, proses hukum masih tahap penyusunan dakwaan dan penuntutan. Perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bangil untuk disidangkan. Dani Matta dan Suliati akan duduk di kursi pesakitan terdakwa. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/