Tiga Begal di Sentul Purwodadi Dibekuk, 8 Masih Buron

BANGIL, Radar Bromo – Dua penyebar teror jalanan di Kabupaten Pasuruan berhasil diringkus anggota Jatanras Satreskrim Polres Pasuruan. Mereka ditangkap bergiliran, setelah tiga bulan menjalankan aksi pembegalan.

Mereka yang ditangkap itu adalah Ahmad Haris, 23, warga Ngerong, Kecamatan Gempol dan Krisna Maulana Ainul Yakin, 21, warga Ketanen, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil. Keduanya ditangkap petugas Rabu malam (10/6).

Penangkapan itu bermula dari aksi kejahatan jalanan yang mereka lakukan. Aksi itu berlangsung Minggu malam (8/3). Korbannya, Abdul Kholil, 57, warga Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Abdul Kholil menjadi korban begal saat melintas di jalan Malang-Surabaya, Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi.

Kasubbaghumas Polres Pasuruan AKP Hardi menguraikan, aksi begal itu sebenarnya tidak hanya dilancarkan dua pelaku. Ada sembilan pelaku lain yang terlibat.

Satu dari mereka, Tian, tertangkap duluan dalam perkara lain. Sementara, delapan lainnya masih dalam perburuan. Mereka melancarkan aksi begal itu dengan menggunakan sejumlah motor.

“Mereka berboncengan dan menggunakan tiga motor. Sistemnya mobile untuk mencari mangsa,” ujar perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Saat sampai di lokasi kejadian, para pelaku melihat korban mengendarai motor Honda Beat hitam sendirian. Para pelaku pun beraksi.

Mereka memepet korban hingga membuat korban tak memiliki ruang untuk melajukan kendaraannya. Mereka kemudian mengancam korban. Bahkan, sempat memukuli korban. “Karena tak berdaya, korban akhirnya hanya bisa pasrah ketika para pelaku membawa kabur motornya,” jelas Hardi.

Korban yang tak terima, kemudian memilih untuk melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke polisi. Dari laporan itulah, petugas kemudian melakukan penelusuran. Hingga salah satu dari mereka, Tian, berhasil ditangkap dalam perkara lain.

Dari Tian itu pula, petugas melakukan pengembangan. Hingga beberapa nama pun dicatut. Petugas kemudian bergerak melakukan perburuan. Perburuan itu membuahkan hasil. Setelah Ahmad Haris dan Krisna Maulana berhasil diringkus. Mereka diringkus di rumahnya masing-masing secara bergiliran.

Hardi menegaskan, kedua tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara. (one/mie)