Residivis Maling HP asal Kebonsari Ditangkap, Sempat Minum saat Beraksi

DIBEKUK: Muhammad Rizky Sugiono, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo (tengah), diamankan anggota Polres Probolinggo Kota setelah nyolong di rumah tetangganya, Sabtu (27/6). (Ridhowati Saputri/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Pernah diamankan polisi empat tahun lalu tidak membuat Muhammad Rizky Sugiono, 21, jera. Warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu mengulang perbuatannya nyolong handphone.

Tak seperti empat tahun lalu yang dibebaskan setelah kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan, kini Rizky ditahan. Dia disangka melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sabtu (27/6) sekitar pukul 11.30, Rizky menggarong di rumah tetangganya, Rizal Al Susanto. Tersangka masuk rumah korban yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Saat itu, rumah korban sedang sepi karena ditinggal bepergian.

Perbuatannya diketahui salah seorang warga yang langsung melapor ke kepolisian. Kecurigaan warga terbukti. Tersangka memaksa masuk rumah korban dengan merusak pintu.

“Di sana dia (tersangka) mengintip ke rumah korban melalui jendela dan kaca rumah. Kondisi rumah terkunci, pelaku menendang pintu,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono.

Tersangka mengambil sebuah ponsel yang saat itu sedang dicas di atas kulkas. Bahkan, karena kehausan, dia sempat meminum air yang tersimpan di dalam lemasri es milik korban. “Sempat minum, katanya kehausan,” ujar Heri.

Mendapatkan ponsel, tersangka berusaha kabur. Namun, ketika keluar dari rumah korban, tersangka harus merelakan digelandang ke Mapolres Probolinggo Kota. Karena di sana dia telah ditunggu warga dan seorang anggota polisi yang mendapat laporan warga. “Langsung diamankan si pelaku, tidak sampai ada aksi anarkis,” jelas Heri.

Polisi dengan tiga balok di pundaknya itu mengatakan, selain tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tablet android merek Samsung; sebuah senter hitam; sebuah cas handphone; celana pendek dongker; sebuah tas cokelat; dan sebuah topi hitam.

Karena kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 juta. “Rizky ini pernah ditangkap polisi dengan kasus yang sama, pencurian HP. Tapi, dibebaskan melalui proses diversi karena (waktu itu) masih di bawah umur. Kejadiannya empat tahun lalu, saat itu usianya masih 17 tahun,” jelasnya.

Pernyataan Heri diamini oleh tersangka. Ia mengakui dulu pernah ditangkap karena mencuri HP. “Buat saya jual dan hasilnya buat beli rokok,” ujarnya ketika ditanya alasannya mencuri. (put/rud)