alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Cemburu Perempuan Idaman Digoda, Kakek di Kanigaran Bacok Teman Nongkrong

KANIGARAN, Radar Bromo– Kata-kata, cinta bisa membuat orang buta, ternyata bukan hanya isapan jempol. Zainal Arifin, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, nekat membacok rekannya, Abu Hasan. Gara-garanya, cemburu perempuan yang ditaksir digoda.

Kini, Zainal ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. Ia disangka telah melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sejatinya, Zainal dan Abu Hasan sudah sama-sama berumur. Zainal berusia 69 tahun dan Abu Hasan 56 tahun. Sudah kakek-kakek. Mereka juga sudah sama-sama berkeluarga. “Keduanya ini sudah berkeluarga. Namun, masih saja seperti anak-anak,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal.

Dua kakek ini merupakan teman nongkrong. Selasa (24/5), sekitar pukul 17.30, mereka nongkrong di sebuah warung kopi di Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Entah bagaimana awalnya, keduanya cekcok. Hingga terjadi pembacokan.

Zainal nekat membacok Abu Hasan. Informasinya, Abu Hasan menggoda perempuan yang ternyata juga disukai tersangka. Perempuan itu juga sudah sepuh, berusia di atas 50 tahun. “Ada perempuan yang sama-sama ditaksir. Karena korban menggoda perempuan yang ditaksir pelaku, pelaku tega membacok korban,” jelas Jamal.

Akibatnya, Abu Hasan, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, terluka. Dia mengalami luka menganga di leher bagian belakang dan hidung. Ia pun dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, untuk menjalani perawatan.

Usai membacok, Zainal kabur. Polisi berusaha mencarinya. Jumat (27/5), sekitar pukul 10.00, tersangka ditangkap di rumah anaknya di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

KANIGARAN, Radar Bromo– Kata-kata, cinta bisa membuat orang buta, ternyata bukan hanya isapan jempol. Zainal Arifin, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, nekat membacok rekannya, Abu Hasan. Gara-garanya, cemburu perempuan yang ditaksir digoda.

Kini, Zainal ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. Ia disangka telah melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sejatinya, Zainal dan Abu Hasan sudah sama-sama berumur. Zainal berusia 69 tahun dan Abu Hasan 56 tahun. Sudah kakek-kakek. Mereka juga sudah sama-sama berkeluarga. “Keduanya ini sudah berkeluarga. Namun, masih saja seperti anak-anak,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal.

Dua kakek ini merupakan teman nongkrong. Selasa (24/5), sekitar pukul 17.30, mereka nongkrong di sebuah warung kopi di Jalan Cokroaminoto, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Entah bagaimana awalnya, keduanya cekcok. Hingga terjadi pembacokan.

Zainal nekat membacok Abu Hasan. Informasinya, Abu Hasan menggoda perempuan yang ternyata juga disukai tersangka. Perempuan itu juga sudah sepuh, berusia di atas 50 tahun. “Ada perempuan yang sama-sama ditaksir. Karena korban menggoda perempuan yang ditaksir pelaku, pelaku tega membacok korban,” jelas Jamal.

Akibatnya, Abu Hasan, warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, terluka. Dia mengalami luka menganga di leher bagian belakang dan hidung. Ia pun dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, untuk menjalani perawatan.

Usai membacok, Zainal kabur. Polisi berusaha mencarinya. Jumat (27/5), sekitar pukul 10.00, tersangka ditangkap di rumah anaknya di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

MOST READ

BERITA TERBARU

/