alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Jukir Puskesmas Jadi Mata-Mata, Bersekongkol Colong Motor Pegawai

GENDING, Radar Bromo – Dipercaya menjadi juru parkir (jukir), rupanya Sulhan, 46, memilih jadi “tikus.” Warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu bersekongkol dengan komplotan maling. Menggarong motor yang seharusnya dijaga keamanannya.

Syukur, kejahatan jukir di Puskesmas Gending, Kabupaten Probolinggo, itu segera terungkap. Kamis (28/4), ia dibekuk anggota Polsek Gending. Bahkan, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan Sulhan bermula dari laporan pegawai puksesmas yang kehilangan motor. Kamis (28/4), ada dua motor yang raib dari parkiran puskemas. Honda Beat bernopol N 4480 MO milik Dyah Puspita Febriyanti, 31, warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending. Serta, Honda Vario bernopol N 2922 PD, milik Dodit Hari Krismanto, 39, warga Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar.

Saat itu, kedua korban sedang berdinas malam. Mereka memarkir motornya di sisi timur puskesmas. Khusus kendaraan pegawai. Sekitar pukul 21.30, mereka mendapati motornya raib.

Keduanya berusaha pencarinya. Termasuk menanyakan kepada Sulhan. Karena tak ketemu, korban melapor ke Polsek Gending. “Kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Kapolsek Gending AKP Yuliyana.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Termasuk saksi korban. Selain itu, juga memeriksa rekaman closed circuit television (CCTV) puskesmas. Ternyata, terekam aktivitas mencurigakan Sulhan. Pria yang sudah dua tahun menjadi jukir di Puskesmas Gending itu terlihat berkomunikasi dengan terduga. “Dari sinilah kami coba mintai keterangan,” katanya.

Awalnya Sulhan mengelak. Tetapi, kemudian mengaku setelah ditunjukkan rekaman CCTV. Polisi juga memeriksa handphone-nya. Di sana ditemukan percakapan antara tersangka dengan terduga pelaku.

GENDING, Radar Bromo – Dipercaya menjadi juru parkir (jukir), rupanya Sulhan, 46, memilih jadi “tikus.” Warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu bersekongkol dengan komplotan maling. Menggarong motor yang seharusnya dijaga keamanannya.

Syukur, kejahatan jukir di Puskesmas Gending, Kabupaten Probolinggo, itu segera terungkap. Kamis (28/4), ia dibekuk anggota Polsek Gending. Bahkan, telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan Sulhan bermula dari laporan pegawai puksesmas yang kehilangan motor. Kamis (28/4), ada dua motor yang raib dari parkiran puskemas. Honda Beat bernopol N 4480 MO milik Dyah Puspita Febriyanti, 31, warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending. Serta, Honda Vario bernopol N 2922 PD, milik Dodit Hari Krismanto, 39, warga Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar.

Saat itu, kedua korban sedang berdinas malam. Mereka memarkir motornya di sisi timur puskesmas. Khusus kendaraan pegawai. Sekitar pukul 21.30, mereka mendapati motornya raib.

Keduanya berusaha pencarinya. Termasuk menanyakan kepada Sulhan. Karena tak ketemu, korban melapor ke Polsek Gending. “Kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Kapolsek Gending AKP Yuliyana.

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi. Termasuk saksi korban. Selain itu, juga memeriksa rekaman closed circuit television (CCTV) puskesmas. Ternyata, terekam aktivitas mencurigakan Sulhan. Pria yang sudah dua tahun menjadi jukir di Puskesmas Gending itu terlihat berkomunikasi dengan terduga. “Dari sinilah kami coba mintai keterangan,” katanya.

Awalnya Sulhan mengelak. Tetapi, kemudian mengaku setelah ditunjukkan rekaman CCTV. Polisi juga memeriksa handphone-nya. Di sana ditemukan percakapan antara tersangka dengan terduga pelaku.

MOST READ

BERITA TERBARU

/