alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Jukir di Puskesmas yang Bantu Pencuri Motor Dapat Imbalan Rp 500 Ribu

GENDING, Radar Bromo – Kasus curanmor yang melibatkan orang dalam di Puskesmas Gending, terus didalami Polsek Gending. Karena, tak hanya satu kali Sulhan, menjadi penunjuk jalan. Dia juga menjadi informan kasus pencurian motor, Rabu (20/4) lalu.

Kapolsek Gending AKP Yuliyana mengatakan, masih mengembangkan kasus pencurian yang juga terjadi di Puskesmas Gending, Rabu (20/4). Saat itu, korban Sofia Ine Febriyanti, 23, warga Dusun Randulimo, Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, kemalingan motor Honda Scoopy bernopol N 6090 MM.

Lokasi hilangnya juga sama. Di tempat parkir kendaraan pegawai Puskesmas Gending. “Dari hasil pengembangan, Sulhan juga mengaku jadi informan kasus pencurian motor Honda Scoopy. Diduga pelakunya orang yang sama dengan pelaku yang menggasak dua motor itu,” katanya.

Jukir Puskesmas Jadi Mata-Mata, Bersekongkol Colong Motor Pegawai

Bersekongkol dengan maling, Sulhan mendapatkan imbalan. Untuk kasus Kamis (28/4) lalu, dapat imbalan Rp 500 ribu. Begitu juga dengan kasus Rabu (20/4). Sama, Rp 500 ribu. Duitnya telah dibelanjakan sebuah cincin emas dan satu set anting emas.

Sulhan bertugas memastikan kondisi tempat beraksi aman. Serta, mengatur strategi pencurian. Hal ini dilakukan agar dirinya tidak nampak turut serta dalam pencurian. Tetapi, kepada penyidik, Sulhan mengaku hanya mengenal satu orang pelaku.

GENDING, Radar Bromo – Kasus curanmor yang melibatkan orang dalam di Puskesmas Gending, terus didalami Polsek Gending. Karena, tak hanya satu kali Sulhan, menjadi penunjuk jalan. Dia juga menjadi informan kasus pencurian motor, Rabu (20/4) lalu.

Kapolsek Gending AKP Yuliyana mengatakan, masih mengembangkan kasus pencurian yang juga terjadi di Puskesmas Gending, Rabu (20/4). Saat itu, korban Sofia Ine Febriyanti, 23, warga Dusun Randulimo, Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, kemalingan motor Honda Scoopy bernopol N 6090 MM.

Lokasi hilangnya juga sama. Di tempat parkir kendaraan pegawai Puskesmas Gending. “Dari hasil pengembangan, Sulhan juga mengaku jadi informan kasus pencurian motor Honda Scoopy. Diduga pelakunya orang yang sama dengan pelaku yang menggasak dua motor itu,” katanya.

Jukir Puskesmas Jadi Mata-Mata, Bersekongkol Colong Motor Pegawai

Bersekongkol dengan maling, Sulhan mendapatkan imbalan. Untuk kasus Kamis (28/4) lalu, dapat imbalan Rp 500 ribu. Begitu juga dengan kasus Rabu (20/4). Sama, Rp 500 ribu. Duitnya telah dibelanjakan sebuah cincin emas dan satu set anting emas.

Sulhan bertugas memastikan kondisi tempat beraksi aman. Serta, mengatur strategi pencurian. Hal ini dilakukan agar dirinya tidak nampak turut serta dalam pencurian. Tetapi, kepada penyidik, Sulhan mengaku hanya mengenal satu orang pelaku.

MOST READ

BERITA TERBARU

/