alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Empat Bulan Polisi Ungkap 72 kasus, Terbanyak Penipuan, Kedua Kasus 3C

PASURUAN, Radar Bromo – Satreskrim Polres Pasuruan Kota menunjukkan kinerjanya memberangus kriminalitas di Kota Santri ini. Di antara 88 laporan kejahatan yang terjadi, 72 kasus diungkap. Salah satunya, kriminalitas 3C (curas, curat, dan curanmor).

Angka kejahatan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota sebenarnya turun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Januari hingga April 2022 ini, tercatat 88 kasus. Yang terungkap 72 kasus. Pada periode yang sama 2021, ada 117 kasus. Yang terungkap 97 kasus.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti mengatakan, jumlah laporan paling banyak adalah penipuan dan penggelapan. Kasus itu banyak terjadi antara Maret sampai April.

Bagaimana halnya dengan curanmor? Bima menjelaskan, memang wilayahnya ramai pencurian kendaraan bermotor. Tetapi, berdasar laporan yang masuk, aksi kriminal yang terbanyak adalah penipuan dan penggelapan.

“Memang ramai. Tapi, laporan yang masuk ke kami adalah tipu gelap ini. Sedangkan curanmor sedikit,” ungkapnya.

Urutan kedua setelah penipuan dan penggelapan ialah kasus 3C. Yakni, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Ini yang juga marak. Jadi, untuk 3C merata ya,” tandasnya.

Bima mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap tindakan kriminal yang dialami. Sehingga polisi bisa memproses dan menindak pelakunya. Berdasar laporan, polisi pasti bergerak. “Laporkan kejadian kriminal sekecil apa pun. Kami pasti menindaklanjutinya,” ungkapnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Satreskrim Polres Pasuruan Kota menunjukkan kinerjanya memberangus kriminalitas di Kota Santri ini. Di antara 88 laporan kejahatan yang terjadi, 72 kasus diungkap. Salah satunya, kriminalitas 3C (curas, curat, dan curanmor).

Angka kejahatan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota sebenarnya turun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Januari hingga April 2022 ini, tercatat 88 kasus. Yang terungkap 72 kasus. Pada periode yang sama 2021, ada 117 kasus. Yang terungkap 97 kasus.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bima Sakti mengatakan, jumlah laporan paling banyak adalah penipuan dan penggelapan. Kasus itu banyak terjadi antara Maret sampai April.

Bagaimana halnya dengan curanmor? Bima menjelaskan, memang wilayahnya ramai pencurian kendaraan bermotor. Tetapi, berdasar laporan yang masuk, aksi kriminal yang terbanyak adalah penipuan dan penggelapan.

“Memang ramai. Tapi, laporan yang masuk ke kami adalah tipu gelap ini. Sedangkan curanmor sedikit,” ungkapnya.

Urutan kedua setelah penipuan dan penggelapan ialah kasus 3C. Yakni, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Ini yang juga marak. Jadi, untuk 3C merata ya,” tandasnya.

Bima mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap tindakan kriminal yang dialami. Sehingga polisi bisa memproses dan menindak pelakunya. Berdasar laporan, polisi pasti bergerak. “Laporkan kejadian kriminal sekecil apa pun. Kami pasti menindaklanjutinya,” ungkapnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/