alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Kirim Barang Bukti Kasus Dugaan Selingkuh Kades Wotgalih ke Labfor

NGULING, Radar Bromo – Dugaan perzinaan yang menyeret Kades Wotgalih, RK, 38 bersama perangkatnya, S terus didalami. Pihak kepolisian menyebut barang bukti (BB) yang diduga digunakan oleh keduanya untuk melakukan perbuatan tidak terpuji itu akan dikirim ke Labfor.

Kapolsek Nguling, AKP Zudianto mengungkapkan, penyelidikan dugaan perzinaan masih terus dilakukan. Pekan lalu, pihaknya sudah meminta RK untuk melakukan visum. Visum dilaksanakan di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Hasilnya paling cepat baru bisa keluar dalam dua pekan.

Penyidik unit Reskrim Polsek Nguling sudah memeriksa sejumlah saksi di lokasi. Di antaranya suami RK yakni EM dan satu saksi lainnya yang ikut serta melakukan penggerebekan di rumah milik A, warga Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling. Senin lalu (29/3), penyidik juga memeriksa RK dengan didampingi oleh kuasa hukumnya.

Polsek juga telah mengamankan BB yang diduga menjadi alat yang digunakan keduanya di rumah itu. Yakni sprei dan selimut, ke Labfor Polda Jatim. Hal ini untuk memperkuat bukti adanya dugaan perzinaan yang dilakukan oleh RK dan S.

Namun yang pasti, RK tetap membantah jika ia telah berzina dengan S pada Minggu lalu (21/3).

“BB akan dikirim ke Labfor Polda. Kami masih menunggu hasil visum keluar. Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan untuk memastikan kejadian Minggu itu,” jelasnya.

Kuasa Hukum RK, Musofak membenarkan adanya pemeriksaan dan pengambilan visum pada Kades Wotgalih. Pihaknya sendiri tetap berkomitmen untuk mematuhi prosedural penyelidikan yang berlaku.

Usai Digerebek, Bu Kades Wotgalih Laporkan Pencemaran Nama Baik

Namun, sesuai yang disampaikan Kades, saat penggerebekan, tidak terjadi apa apa antara RK dan S. Keduanya hanya sedang membahas soal dana BPNT, dan bersikukuh saat itu teman S, meminta agar keduanya berbicara di dalam rumah.

“Tidak ada namanya perzinaan itu. Itu tuduhan yang tidak berdasar. Saat penggerebekan terjadi bu kades, itu baru masuk ke dalam rumah dengan S. Bahkan baru ngobrol, langsung dihakimi,” sebut Musofak.

Untuk diketahui, Kades Wotgalih, RK, 38, digerebek bersama perangkat desa setempat, S, 35 di dalam kamar di Dusun Bedungan, Desa Dandangendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan kemarin (21/3). Saat digerebek, mereka ditemukan tanpa menggunakan busana. Warga yang emosi sempat memukuli S sebelum diamankan oleh Polres Pasuruan Kota.

Atas insiden itu, EM dan RK saling melapor ke polisi. EM lebih dahulu melapor ke polisi, dengan tudingan ada perzinaan, Rabu (24/3). Berselang dua hari kemudian yakni Jumat (26/3), giliran RK yang melapor polisi, lantaran menilai ada pencemaran nama baik. (riz/fun)

NGULING, Radar Bromo – Dugaan perzinaan yang menyeret Kades Wotgalih, RK, 38 bersama perangkatnya, S terus didalami. Pihak kepolisian menyebut barang bukti (BB) yang diduga digunakan oleh keduanya untuk melakukan perbuatan tidak terpuji itu akan dikirim ke Labfor.

Kapolsek Nguling, AKP Zudianto mengungkapkan, penyelidikan dugaan perzinaan masih terus dilakukan. Pekan lalu, pihaknya sudah meminta RK untuk melakukan visum. Visum dilaksanakan di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Hasilnya paling cepat baru bisa keluar dalam dua pekan.

Penyidik unit Reskrim Polsek Nguling sudah memeriksa sejumlah saksi di lokasi. Di antaranya suami RK yakni EM dan satu saksi lainnya yang ikut serta melakukan penggerebekan di rumah milik A, warga Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling. Senin lalu (29/3), penyidik juga memeriksa RK dengan didampingi oleh kuasa hukumnya.

Polsek juga telah mengamankan BB yang diduga menjadi alat yang digunakan keduanya di rumah itu. Yakni sprei dan selimut, ke Labfor Polda Jatim. Hal ini untuk memperkuat bukti adanya dugaan perzinaan yang dilakukan oleh RK dan S.

Namun yang pasti, RK tetap membantah jika ia telah berzina dengan S pada Minggu lalu (21/3).

“BB akan dikirim ke Labfor Polda. Kami masih menunggu hasil visum keluar. Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan untuk memastikan kejadian Minggu itu,” jelasnya.

Kuasa Hukum RK, Musofak membenarkan adanya pemeriksaan dan pengambilan visum pada Kades Wotgalih. Pihaknya sendiri tetap berkomitmen untuk mematuhi prosedural penyelidikan yang berlaku.

Usai Digerebek, Bu Kades Wotgalih Laporkan Pencemaran Nama Baik

Namun, sesuai yang disampaikan Kades, saat penggerebekan, tidak terjadi apa apa antara RK dan S. Keduanya hanya sedang membahas soal dana BPNT, dan bersikukuh saat itu teman S, meminta agar keduanya berbicara di dalam rumah.

“Tidak ada namanya perzinaan itu. Itu tuduhan yang tidak berdasar. Saat penggerebekan terjadi bu kades, itu baru masuk ke dalam rumah dengan S. Bahkan baru ngobrol, langsung dihakimi,” sebut Musofak.

Untuk diketahui, Kades Wotgalih, RK, 38, digerebek bersama perangkat desa setempat, S, 35 di dalam kamar di Dusun Bedungan, Desa Dandangendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan kemarin (21/3). Saat digerebek, mereka ditemukan tanpa menggunakan busana. Warga yang emosi sempat memukuli S sebelum diamankan oleh Polres Pasuruan Kota.

Atas insiden itu, EM dan RK saling melapor ke polisi. EM lebih dahulu melapor ke polisi, dengan tudingan ada perzinaan, Rabu (24/3). Berselang dua hari kemudian yakni Jumat (26/3), giliran RK yang melapor polisi, lantaran menilai ada pencemaran nama baik. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/