alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Kejari Cari Bukti Permulaan Dugaan Korupsi PDAM Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Indikasi adanya penyimpangan anggaran PDAM Kota Pasuruan semakin menguat. Bahkan, ditemukan indikasi awal penyimpangan. Karena itulah, Kejari Kota Pasuruan kemudian menyelidiki dugaan penyimpangan itu.

Kasi Intelijen Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto membenarkan institusinya tengah menyelidiki dugaan penyimpangan di perusahaan daerah tersebut. “Terhitung sejak 18 Januari 2022, kami mulai melakukan penyelidikan untuk satu persoalan di PDAM Kota Pasuruan,” katanya, Senin (31/1).

Dimulainya penyelidikan itu, kata Wahyu, menandakan sudah ditemukannya indikasi awal terjadinya penyimpangan. Dengan begitu, perlu ditelusuri lebih lanjut agar indikasi penyimpangan yang terjadi bisa lebih jelas. Sehingga nantinya bisa ditentukan ada tidaknya peristiwa pidana dalam perkara tersebut.

Direktur PDAM Kota Pasuruan Mundur saat Kejari Telusuri Dugaan Korupsi

“Yang jelas sudah ada indikasi dengan target sasaran untuk menemukan bukti permulaan yang cukup. Sehingga kami bisa menentukan apakah permasalahan ini bisa ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya atau tidak,” katanya.

Wahyu mengatakan, saat ini tahap penyelidikan baru berjalan. Karena itu, dia enggan membeberkan materi yang tengah ditelusuri tim kejaksaan. Bahkan, saat dikonfirmasi mengenai realisasi program hibah sambungan rumah (SR) yang dikabarkan bermasalah. Sehingga menimbulkan indikasi penyimpangan.

“Kami mohon publik bersabar dulu. Karena tim kami masih bekerja,” ungkapnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Indikasi adanya penyimpangan anggaran PDAM Kota Pasuruan semakin menguat. Bahkan, ditemukan indikasi awal penyimpangan. Karena itulah, Kejari Kota Pasuruan kemudian menyelidiki dugaan penyimpangan itu.

Kasi Intelijen Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto membenarkan institusinya tengah menyelidiki dugaan penyimpangan di perusahaan daerah tersebut. “Terhitung sejak 18 Januari 2022, kami mulai melakukan penyelidikan untuk satu persoalan di PDAM Kota Pasuruan,” katanya, Senin (31/1).

Dimulainya penyelidikan itu, kata Wahyu, menandakan sudah ditemukannya indikasi awal terjadinya penyimpangan. Dengan begitu, perlu ditelusuri lebih lanjut agar indikasi penyimpangan yang terjadi bisa lebih jelas. Sehingga nantinya bisa ditentukan ada tidaknya peristiwa pidana dalam perkara tersebut.

Direktur PDAM Kota Pasuruan Mundur saat Kejari Telusuri Dugaan Korupsi

“Yang jelas sudah ada indikasi dengan target sasaran untuk menemukan bukti permulaan yang cukup. Sehingga kami bisa menentukan apakah permasalahan ini bisa ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya atau tidak,” katanya.

Wahyu mengatakan, saat ini tahap penyelidikan baru berjalan. Karena itu, dia enggan membeberkan materi yang tengah ditelusuri tim kejaksaan. Bahkan, saat dikonfirmasi mengenai realisasi program hibah sambungan rumah (SR) yang dikabarkan bermasalah. Sehingga menimbulkan indikasi penyimpangan.

“Kami mohon publik bersabar dulu. Karena tim kami masih bekerja,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/