alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Eksekusi Mati 2 Pembunuh Sekeluarga Toko Pusaka Jaya Ditunda

KANIGARAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat sejumlah program pembangunan pemerintah tertunda. Rencana eksekusi pada dua pelaku pembunuhan satu keluarga pemilik Toko Pusaka Jaya Kota Probolinggo juga ditunda.

Dua pelaku asal Kabupaten Lumajang tidak jadi dieksekusi tahun 2020. Yaitu, Miarto, 31, warga Desa Pejarakan, Kecamatan Randuagung dan Misnari, 29, warga Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, keduanya dari Kabupaten Lumajang.

Kasi Pidana Umum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo Rio Vernika Putra menerangkan, keduanya merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga pemilik Toko Pusaka Jaya pada tahun 2011. Mahkamah Agung (MA) memutuskan keduanya dihukum mati tahun 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, maka anggaran eksekusi yang ada di pusat dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: Membunuh Sekeluarga Toko Pusaka Jaya karena Sakit Hati

Vonis mati itu sendiri dikuatkan MA pada tahun 2018. Setelah itu, keduanya mengatakan akan mengajukan peninjauan kembali (PK). Bahkan, sudah menandatangani surat pengajuan PK.

“Namun, hingga satu tahun lebih mereka tidak menyerahkan berkas pengajuan PK. Karena lebih setahun tidak mengajukan berkas PK, maka eksekusi akan dilakukan tahun 2020,” lanjutnya.

Dalam perjalanannya, pandemi Covid-19 melanda, termasuk Indonesia pada tahun 2020. Sehingga, anggaran eksekusi yang melekat pada Kejagung dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Rencananya, eksekusi dilakukan serentak se-Indonesia di tahun 2020. Namun, karena anggaran eksekusi dialihkan untuk penanganan Covid-19, akhirnya eksekusi ditunda,” tuturnya.

Menurut Rio, keduanya saat ini berada di Lapas Medaeng. Rio memprediksi, besar kemungkinan eksekusi mati akan dilakukan tahun berikutnya atau tahun 2021. “Karena dananya tidak ada, maka akan dilakukan tahun berikutnya,” tambahnya. (rpd/hn)

KANIGARAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19 tidak hanya membuat sejumlah program pembangunan pemerintah tertunda. Rencana eksekusi pada dua pelaku pembunuhan satu keluarga pemilik Toko Pusaka Jaya Kota Probolinggo juga ditunda.

Dua pelaku asal Kabupaten Lumajang tidak jadi dieksekusi tahun 2020. Yaitu, Miarto, 31, warga Desa Pejarakan, Kecamatan Randuagung dan Misnari, 29, warga Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, keduanya dari Kabupaten Lumajang.

Kasi Pidana Umum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo Rio Vernika Putra menerangkan, keduanya merupakan pelaku pembunuhan satu keluarga pemilik Toko Pusaka Jaya pada tahun 2011. Mahkamah Agung (MA) memutuskan keduanya dihukum mati tahun 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, maka anggaran eksekusi yang ada di pusat dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: Membunuh Sekeluarga Toko Pusaka Jaya karena Sakit Hati

Vonis mati itu sendiri dikuatkan MA pada tahun 2018. Setelah itu, keduanya mengatakan akan mengajukan peninjauan kembali (PK). Bahkan, sudah menandatangani surat pengajuan PK.

“Namun, hingga satu tahun lebih mereka tidak menyerahkan berkas pengajuan PK. Karena lebih setahun tidak mengajukan berkas PK, maka eksekusi akan dilakukan tahun 2020,” lanjutnya.

Dalam perjalanannya, pandemi Covid-19 melanda, termasuk Indonesia pada tahun 2020. Sehingga, anggaran eksekusi yang melekat pada Kejagung dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Rencananya, eksekusi dilakukan serentak se-Indonesia di tahun 2020. Namun, karena anggaran eksekusi dialihkan untuk penanganan Covid-19, akhirnya eksekusi ditunda,” tuturnya.

Menurut Rio, keduanya saat ini berada di Lapas Medaeng. Rio memprediksi, besar kemungkinan eksekusi mati akan dilakukan tahun berikutnya atau tahun 2021. “Karena dananya tidak ada, maka akan dilakukan tahun berikutnya,” tambahnya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/