Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kucing Bengal, Kucing Hybrid Unik yang Agresif, Ini Tip untuk Memeliharanya

Fuad Alyzen • Minggu, 12 Mei 2024 | 18:30 WIB
RAS AGRESIF: Agung Setiyo R, bersama dengan kucing bengal peliharaannya.
RAS AGRESIF: Agung Setiyo R, bersama dengan kucing bengal peliharaannya.

KUCING bengal merupakan salah satu ras kucing yang eksotis. Memiliki daya tarik yang unik. Mempunyai karakteristik khusus yang membedakannya dengan kucing-kucing lain.

Kucing bengal merupakan jenis kucing yang cerdas. Suka mempelajari trik baru serta dapat dilatih untuk melakukan perintah sederhana, seperti mengambil mainan. Bahkan dapat dilatih untuk berjalan bersama pemiliknya dengan tali.

Kucing hybrid yang satu ini memiliki bulu dengan bintik-bintik mirip macan tutul. Kucing bengal terbilang cerdas dan aktif bergerak. Serta, gemar memanjat dan bermain air.

Meski tergolong kucing hutan, tetapi ras bengal termasuk hewan yang banyak digemari dan dijadikan hewan peliharaan. Kucing bengal belakangan menjadi tren. Keunikannya membuat banyak orang tertarik memeliharanya.

Mulai dari bulunya yang seperti macan atau jagur dan tidak mudah rontok. Berbeda dengan kucing ras lain, seperti persia, anggora atau ras lain. Sekali menempel di kain, kursi, kasur, atau karpet, akan menyisakan banyak bulu.

HARUS BERSIH: Agung Setiyo R, membersihkan salah satu kandang kucing bengal peliharaannya. Kebersihan kandang harus dijaga untuk menjaga kesehatan kucing.
HARUS BERSIH: Agung Setiyo R, membersihkan salah satu kandang kucing bengal peliharaannya. Kebersihan kandang harus dijaga untuk menjaga kesehatan kucing.

“Itu salah satu perbedaannya. Meski menempel di karpet, tidak khawatir bulu menempel,” ujar pehobi kucing ras bengal Agung Setiyo R, 40.

Kucing ini memang agresif. Namun, bagi pehobi, kelebihan inilah yang menjadi nilai tambah. Namun, bila di kandang akan lebih banyak tidur.

Keunikan lainnya, kata Agung, kucing ini seperti layaknya monarki. Ketika berada di wilayahnya, kucing lainnya tidak boleh memasukinya. Meski sudah saling mengenal sejak kecil. “Menginjak wilayah, maka dengan sekejap akan langsung menyerang,” kata pria yang seharinya berdinas di Polres Pasuruan Kota ini.

Menurutnya, yang tak kalau istimewa dan banyak membuat penghobi tertarik karena kucing ini hybrid. Kucing bengal muncul lantaran perkawinan kucing dari alam bebas. Cocok bagi penyuka hewan buas, seperti macan.

“Juga, kucing ini tahan terhadap penyakit. Dibandingkan kucing ras lainnya yang rentan terserang penyakit,” ujar warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan ini.

Meski dikatakan agresif, kata Agung, perawatannya cukup mudah. Hampir sama dengan kucing ras lain. Perbedaannya, kucing ini akan lebih sehat ketika berada di alam bebas. Karena itu, pehobi rutin menjemurnya.

Agar semakin jinak, pehobi harus sering-sering berinteraksi. Melatihnya melakukan sesuatu. Seperti, mengenalkan suara dan bau keringatnya. Maka, lama-lama kucing ini perlahan akan menurut kepada majikannya.

Soal perawatan, kata Agung, sedikit lebih mahal dibanding kucing pada umumnya. Namun, bagi pehobi, biaya bukan masalah. “Namanya pehobi. Tidak ada kata rugi selagi hewannya makan dengan lahap. Itu juga termasuk kesenangan memelihara kucing bengal ini,” ujar pemilik puluhan kucing ini.

Kucing ras bengal diakui merupakan suatu ras kucing yang unik. Juga terkenal lebih agresif. Kucing ini memiliki sifat aktif, hingga pemiliknya akan lebih sering untuk mengajak bermain. “Bengal cenderung memiliki ikatan yang kuat dengan pemiliknya dan dapat menjadi teman yang menyenangkan,” ujar pecinta kucing warga Kota Probolinggo, Muryani Ismail, 48.

Namun, di sisi lain bengal memiliki sifat yang agresif jika bertemu dengan kucing lain. Bengal akan cenderung bertengkar jika berkumpul dengan kucing lain. “Apalagi seperti saya yang memiliki banyak kucing, akan susah mengurus ras Bengal,” ujar perempuan yang memiliki puluhan kucing berbagai macam ras ini.

 

Perkawinan Sedarah, Bisa Lahir Cacat

Memelihara dan merawat kucing bengal membutuhkan ketelatenan. Sebab, untuk menjinakannya membutuhkan waktu. Berbeda dengan kucing ras lain yang kabanyakan langsung jinak.

Bahkan, ada yang tidak boleh dilakukan oleh pehobi terhadap kucing bengal. Yakni, mengawinkannya dengan kucing satu turunan. “Yang tidak boleh adalah mengawainkannya dengan satu darah,” ujar Agung Setiyo R.

Menurutnya, jika mengawinkannya dengan satu “saudara” atau sedarah, akan cacat. Entah pada ekornya nanti tidak akan lurus atau pada organ tubuh lain. Jika mau mengawinkannya, harus dengan kucing bengal lain. Bukan sedarah.

“Jika sudah cacat, harganya berkurang. Peminatnya tidak menyukainya,” katanya. Sedangkan, kondisi fisik akan mempengaruhi nilai jual terhadap kucing. Harganya, tergantung kesehatan, usia, kondisi fisik yang menarik.

 

Tidak Bersahabat dengan Ras Lain

Harga kucing bengal pernah mentereng. Harga anakan saja bisa sampai Rp 2 juta. Indukannya ada yang mencapai Rp 8 juta.

“Dulu anakannya saya beli dua juta,” ujar pehobi kucing bengal, Agung. Kata itu, indukan dan pejantannya dibanderol 8 juta, bahkan bisa lebih.

Namun, kini harganya terbilang menurun. Sama seperti hewan lainnya. Kata Agung, mahal pada waktunya. Meski demikian, peminatnya masih tetap banyak. “Punyaku semua tersisa 23 ekor kucing bengal,” katanya.

Menururnya, memelihara kucing bengal lebih enak memelihara sejak kecil. Akan lebih jinak terhadap majikannya.

Dalam segi perawatan, mengurung kucing bengal di kandang yang terlalu sempit, juga tidak baik. Malah dianjurkan sesekali melepasnya ke luar kandang. Mengajak bermain, agar tersentuh habitatnya, meski tidak di alam bebas.

Namun, tentu tidak boleh melepaskannya secara bersamaan. Karena nantinya akan bertarung dengan kucing bengal lainnya. Harus bergantian. “Ini juga dilakukan saat menjemurnya. Harus tetap dalam pengawasan,” katanya.

Agung mengatakan, hendaknya tidak memelihara kucing dengan mencampur bersama kucing lain dalam satu rumah. Karena, sekali menyentuh wilayahnya, kucing lain akan langsung diserang.

Soal biaya perawatan, kata Agung, memang tergolong mahal. Namun, bagi pehobi, mengeluarkan biaya lebih untuk kesenangan bukanlah masalah. “Kembali lagi, bagi pehobi, itu bukan ukuran,” katanya.

Keunikan bulu yang memikat, tersembunyi sebuah kontroversi bagi beberapa pecinta kucing. Yakni, kepribadian bengal yang agresif.

Soal perawatan, kata Muryani Ismail, secara umum sama dengan kucing lainnya. Baik dalam perawatan bulu, penyakit, dan lain-lainnya. “Hanya saja, ras ini memiliki jenis makanan khusus untuk ras bengal tersendiri,” katanya. (zen/mg2/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#kucing bengal #kucing #Peliharaan