TARI Zapin memang berasal dari Timur Tengah. Kemudian menyebar sampai di Indonesia. Di negeri ini gerakan dan namanya makin beragam. Tergantung dari bahasa atau dialek lokal tempat Zapin tumbuh dan berkembang. Namun, Zapin Arab atau Zapin Gambus, seperti di Timur Tengah juga masih terus disukai. Termasuk di Probolinggo dan Pasuruan.
Zapin merupakan sebuah tarian yang dapat ditemui pada hampir seluruh daerah pesisir pantai Indonesia. Terutama daerah-daerah, di mana pengaruh Islam sangat dominan. Seperti di daerah pesisir Jawa dan Madura.
Tari Zapin diperkirakan lahir di timur tengah pada tahun ke-6 Hijriah. Kemudian, berkembang juga di Indonesia yang dibawa oleh orang Arab dari Gujarat pada waktu penyebaran agama Islam ke Sumatera (Riau) sekitar abad XII dan XIII.
Di timur tengah, zapin awalnya merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana. Zapin Gambus ini satu di antara kesenian untuk penyebaran agama Islam. Pada masa kerajaan, tari zapin sering ditampilkan di istana untuk menghibur tamu- tamu raja.
Awalnya, zapin hanya dikenal dalam satu gaya. Berbeda dengan Zapin Melayu yang gayanya sangat beragam. Tak hanya itu, sebutan zapin melayu juga tergantung dari bahasa atau dialek lokal tempat Zapin tumbuh dan berkembang.
Meski begitu, sejauh ini masih banyak yang tetap menggemari zapin timur tengah atau zapin gambus. Termasuk di Pasuruan dan Probolinggo. Mayoritas penyuka tarian ini adalah orang yang menyukai musik gambus.
“Yang tidak menyukai (musik gambus), jarang ikut nimbrung saat zapin ini digelar. Yang menyukai musik gambus, pasti akan suka pada tariannya juga,” ujar pehobi zapin, Abdi Ayik 35.
Warga Desa Pandanrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan ini mengatakan, penyuka zapin Arab, mayoritas menyukai musik gambus. Meski tidak sedikit juga mereka yang tidak menyukai musik gambus, juga ikut menari jika mendengar musik ini. Karena, alunan musiknya yang mampu membuat seseorang tergerak untuk ber-zapin. Bagi pecinta musik gambus, pasti akan merasakan keasikan tersendiri.
Zapin gambus digelar hanya saat momen memainkan musik gambus. Karena, tidak akan cocok bila diiringi dengan musik lain. “Tergantung momen, saat musik dimainkan, maka tarian itu akan muncul bagi penggemarnya,” katanya.
Menurutnya, tarian ini bergantung ke musiknya. Tarian ini memiliki khas musik gambus dan cenderung cocok saat musik gambus dimainkan. Sama dengan tarian Arab lainnya. Menyesuaikan dengan musiknya. Seperti bally dance dan al jiduri, tarian ini juga berbeda dengan tarian Zapin gambus. “Bally dance itu tarian solo, al jiduri berkelompok, memiliki gerakan yang berbeda,” katanya.
Bagi pemula, tarian ini cenderung sulit. Sebab, ada gerakan khusus yang harus bisa disingkronkan dengan iringan musiknya. Namun, bila sudah rutin, tidak akan sulit melakukannya. “Sama dengan tarian lainnya, seperti tarian Jawa. Tarian ini ada berbagai gerakan khusus,” ujar Yanto, 36, salah satu pehobi Zapin.
Ada berbagai langkah gerakan dalam zapin. Tergantung jenis musiknya. Misalkan, tarian marawis atau juga jalsah. Dua jenis tarian zapin gambus ini ada gerakan tertentu saat mengikuti langkah musik gambus.
“Mengikuti ketukan dalam musik gambus. Kan setiap pengiringan gambus ada ketukan, itulah yang harus diikuti,” ujar warga Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Dalam tarian Zapin juga ada gerakan-gerakan yang harus dilakukan. Di antaranya, gerakan pembuka, salam hormat, gerakan dasar, gerakan variasi, serta gerakan penutup. Tarian Zapin minimal akan dilakukan sebanyak dua orang.
Kenapa paling minimal dilakukan dua orang? Karena, tarian zapin dilakukan minimal dengan berpasangan. Bila lebih, akan semakin asyik. “Biasanya diiringi musik gambus tradisional, modern, dan marawisan. Namun, yang terasa asiknya musik gambus tradisional, juga gambus modern,” katanya.
Sering Berkumpul, Makin Mudah Kuasai Tarian
JIKA seseorang ingin menguasai tarian zapin gambus, minimal menyukai musik gambus dulu. Jika sudah menyukainya, tanpa disadari gerakan tarian Zapin akan dikuasai. Kemudian, sering berkumpul sesama pecinta dan mencobanya.
“Jika sudah berkumpul bersama orang yang menyukai gambus, akan otomatis akan mencoba dan nanti bisa menguasai. Yang penting rutin mendengarkan gambus dan mencoba,” ujar Zuhrio, 36, warga Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Penari Zapin pemula akan diarahkan dengan langsung mempraktikkan. Misalnya, gerakan maju serong kanan dan mundur serong kiri, serta memainkan kaki dan tangan sesuai iringan musik. Dengan begini, tarian ini akan cepat dikuasi bagi pemula.
Bedanya lagi, tarian ini tidak ada kompetisinya. Di Pasuruan maupun Probolinggo, tarian ini cenderung hanya dimainkan oleh pecinta musik gambus. Misalkan, ketika ada acara pernikahan atau tasyakuran yang mengundang grup musik gambus.
“Bagi pecinta gambus, tubuhnya dengan otomatis akan mengikutinya. Bahkan, sampai naik panggung dan manari Zapin bersama pemainnya,” katanya.
Bagi penari zapin, bila mendengarkan dan menyaksikan konser musik gambus, sulit untuk diam. Zuhrio mengatakan, musik gambus membuat tertarik. Pehobi akan gatal bila hanya duduk diam dan tidak mengikuti tarian. “Pasti akan tertarik dan bahkan menyumbang tarian Zapin bersama vokalis gambus,” katanya.
Untuk menguasainya, cukup berkumpul bersama orang pencinta gambus. Mempraktikkan langsung dengan mengikuti langkah gerakannya. Sebab, hanya itu bentuk latihannya. Digelar ketika musik gambus dimainkan. “Jika sudah menyukai musik gambus, pecinta akan akrab seketika. Karena, akan menari bersama secara berpasang-pasangan,” katanya. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando