Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemanah Berkuda Memadukan Keahlian Berkuda dan Memanah

Rizal Syatori • Minggu, 23 Juli 2023 | 16:20 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI
 

Memadukan dua keahlian antara berkuda dan memanah bukan perkara mudah. Namun, bila ditekuni, semuanya akan mudah. Hobi horseback archery ini bermunculan di banyak daerah. Termasuk di Kabupaten Pasuruan.

 

HORSEBACK archery (HBA) atau pemanah berkuda makin banyak peminatnya. Terlebih setelah menjadi salah satu cabang olahraga dan sering dilombakan.

“HBA ini berkuda sekaligus memanah. Selain hobi, sekaligus olahraga,” ujar pelatih sekaligus atlet HBA asal Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Yahya Aziz, 24.

Sama dengan olahraga lainnya, sebagai seorang atlet pemanah berkuda, juga harus sering berlatih. Bukan asal menunggang kuda dan memanah sasaran. Sebab, bila asal-asal akan membahayakan keselamatan.

“Saat di lintasan, saat memanah sambil berkuda harus lepas dari pegangan. Ada juga yang sesekali berdiri atau tidak duduk saat memanah,” jelasnya.

Ada tiga kategori yang sering dilombakan dalam HB. Di antaranya, indonesian style, serial shoot, dan circle track. Untuk indonesian style, lintasan lurus sepanjang 150 meter terdiri dari lima rintangan. Pertama dan kedua bertombak, ketiga melempar tombak, kemudian ke empat dan ke lima memanah.

LEBIH MINI: busur yang digunakan dalam HBA lebih pendek dibanding busur pada umumnya. Anak panah yang digunakan ujungnya bentuk V. (Foto: Istimewa)
LEBIH MINI: busur yang digunakan dalam HBA lebih pendek dibanding busur pada umumnya. Anak panah yang digunakan ujungnya bentuk V. (Foto: Istimewa)

Sedangkan, serial shoot lintasan lurus sepanjang 150 meter dengan lima target memanah, tanpa tombak. Circle track melewati lintasan melingkar dengan diameter 40 x 40 meter, memanah dengan lima target dan masing-masing lima style. Ada yang dari depan, samping, membelakangi, dan atas.

“Berkudanya harus bagus, memanahnya juga oke. Berani saja tidak cukup. Tapi, skill, mental, dan insting harus kuat. Termasuk fisik, harus prima,” jelasnya.

Ada beberapa dasar yang harus diperhatikan dan dikuasai dalam HBA. Di antaranya, memanah dengan cepat. Mulai dari memasang anak panah ke tali busur atau string. Kemudian, mampu menguasai insting biar tepat sasaran. “Juga harus menguasai teknik-teknik berkuda. Minimal equestrian, sebagai dasar-dasar dalam berkuda,” ujar bapak seorang anak ini.

Sekretaris Pengcab Pordasi Kabupaten Pasuruan Husni Agus mengatakan, HBA merupakan salah satu cabang olahraga di komisi Pordasi. Selain pacu dan equestrian.

“Di Kabupaten Pasuruan, mulai ada HBA sejak tahun 2018. Diperlombakan di Porpov sejak 2020. Terdaftar di Pengcab Pordasi Kabupaten Pasuruan pada 2021. Saat ini atletnya sekitar 10 orang. Rata-rata kelompok dewasa,” katanya.

Di Jawa Timur, kata Husni Agus, cukup sering digelar kejuaraan HBA. Termasuk di Kabupaten Pasuruan. “Paling marak kejuaraannya di Jateng (Jawa Tengah) dan Jabar (Jawa Barat),” ujar pria asal Ledug, Kecamatan Prigen ini. (zal/rud)

 

Wajib Perhatikan Keamanan

MENEKUNI hobi horseback archery harus selalau waspada. Baik ketika latihan, lebih-lebih ketika kejuaraan. Tidak boleh asal-asalan. Harus betul-betul memperhatikan keamanan.

Karena itu, perlindungan diri harus dipastikan lengkap. Seperti menggunakan helm, jersey dan celana khusus berkuda. Sepatunya, juga sepatu khusus berkuda.

“Safety ini sangatlah penting dan menjadi syarat mutlak. Terutama helm dan sepatu,” ujar pelatih HBA, Yahya Aziz.

BAHAN KULIT: Quiver atau tempat anak panah dalam HBA terbuat dari bahan kulit. (Foto: Istimewa)
BAHAN KULIT: Quiver atau tempat anak panah dalam HBA terbuat dari bahan kulit. (Foto: Istimewa)

Jika tidak mematuhi faktor keselamatan, risikonya tinggi. Termasuk ketika perlombaan. Tidak akan diizinkan mengikutinya. “Tentu ini harus dibiasakan saat latihan. Tidak hanya ketika perlombaan atau kejuaraan. Biar terbiasa, aman, dan nyaman,” katanya.

Soal kuda, kata Aziz, bebas. Bisa kuda jenis poni, sadel, dan lain-lain. Yang penting si joki mengerti dan memahami karakter kuda yang ditunggangi. “Paling penting bisa mengendalikan kuda dinaiki. Baik saat berlari di lintasan dan pengereman,” ujarnya. (zal/rud)

 

Alat Memanah Berbeda

 MEMANAH menjadi bagian terpenting dalam horseback archery (HBA). Karena itu, peralatan memanah yang dipakai juga khusus. Berbeda dengan peralatan kegiatan memanah pada umumnya.

Seperti busur. Ukurannya lebih pendek. Biar lebih fleksibel saat memanah di atas kuda, dengan keadaan kuda terus berlari.

MENYERUPAI V: Anak panah yang digunakan dalam HBA ujungnya atau nock menyerupai bentuk huruf V. (Foto: Istimewa)
MENYERUPAI V: Anak panah yang digunakan dalam HBA ujungnya atau nock menyerupai bentuk huruf V. (Foto: Istimewa)

“Karena saat berada di atas kuda, banyak varian memanahnya. Gonta-ganti posisi. Jadi, memakai busur panah yang pendek, jadi lebih nyaman,” ujar Yahya Aziz.

Anak panahnya juga berbeda. Dalam HBA ujungnya atau nock berbentuk menyerupai huruf V. “Ini manfaatnya agar memudahkan saat pemasangan anak panah ke tali busur,” tuturnya.

Ukuran anak panah yang digunakan bisa lebih lebih panjang atau lebih pendek. Bebas. Kata Yahya, soal ukuran anak panah tidak begitu berpengaruh.

Tempat anak panah atau quiver yang digunakan di HBA, tidak sembarangan. Khusus juga. Rata-rata dari bahan kulit atau eva foam. Karena, quiver dari bahan kain, kayu, bambu, atau PVC tidak diperbolehkan.

“Sepertinya sepeleh, tapi ini penting untuk quiver. Karena mempengaruhi dalam safety, kenyamanan, dan kecepatan,” jelasnya. (zal/rud)

Editor : Ronald Fernando
#berkuda #berkuda memanah #memanah