Siswa SD Tewas di Krucil Tewas Tenggelam saat Mandi di Sungai

KRUCIL – Agenda liburan sejumlah pelajar SD di lokasi wisata air terjun Jarang Goyang, Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, berakhir tragis. Muhammad Arifin Sudrajat, 12, asal Dusun Tajungan RT 3/RW 1, Desa/Kecamatan Krucil, tewas tenggelam, Senin (31/12) pagi.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa tenggelamnya wisatawan itu terjadi sekitar pukul 09.00. Saat itu korban dan teman-temannya sepakat untuk refreshing ke air terjun. Di antaranya, Agung, Sofi’i, Sulaiman, Andika, Yudi, dan Arif. Mereka jalan kaki menuju lokasi tersebut.

Sesampainya di lokasi, korban dan Agung berjalan menyusuri sungai di kawasan wisata itu. Sedangkan teman lainnya menunggu di atas tepian. Nahas, Arifin dan Agung terperosok ke dalam sungai sedalam sekitar 3 meter. Saat itu, korban Agung sempat memegang korban Arifin. Sayangnya, pegangan itu lepas.

“Awalnya yang terjatuh ke sungai itu dua anak. Korban Arifin dan Agung. Sempat Agung memegang korban supaya tidak tenggelam. Tapi, pegangan itu terlepas,” terang Kapolsek Krucil AKP Dwi Sucahyo. Saat pegangan terlepas, korban kemudian tenggelam.

Agung sendiri saat itu berpegangan ke ranting di tepi sungai. Hingga akhirnya, Agung ditolong kuli bangunan yang sedang membangun infrastruktur wisata. Sedangkan korban menghilang di dalam sungai.

“Kejadiannya sangat cepat. Korban sempat tenggelam dan menghilang. Sekitar 30 menit dilakukan pencarian, akhirnya membuahkan hasil. Korban Arifin ditemukan mengambang,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Mendengar informasi tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Sempat dilakukan visum luar terhadap korban di Puskesmas Krucil. Namun, keluarga tidak bersedia. “Keluarga korban tidak bersedia dilakukan otopsi. Mereka menerima kejadian ini sebagai musibah. Korban langsung dibawa ke rumah duka,” katanya.

Keterangan saksi, dugaan sementara korban tidak bisa berenang. Saat terjatuh ke sungai, dia tidak bisa menyelamatkan diri. Selain itu, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Tewasnya korban sangat disesalkan. Terlebih, tidak ada tanda-tanda lokasi berbahaya di TKP.

Kapolsek mengatakan, seharusnya di lokasi wisata itu terpasang rambu-rambu. “Kawasan wisata air terjun belum resmi dibuka karena masih dalam proses pembangunan. Kami berharap, harus ada rambu-rambu imbauan untuk tidak mandi di kawasan wisata sementara waktu,” terangnya.

Sementara itu, Kades Guyangan Hasyim membenarkan kejadian itu. “Korban sudah dibawa ke rumah duka. Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah,” katanya. (mas/fun)