Tampilkan Kolaborasi Tiga Kesenian, Opening Semipro Tonjolkan Budaya Lokal

KANIGARAN, Radar Bromo – Ada yang berbeda dengan Grand Opening Semipro 2019 yang berlangsung Sabtu (31/8). Selain dilaksanakan sore, Grand Opening Semipro 2019 menampilkan kolaborasi tiga kesenian lokal Kota Probolinggo secara kolosal.

Acara itu sendiri digelar di halaman Kodim 0820 Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Moch. Soufis Subri hadir. Hadir juga para kepala OPD dan anggota Forkopimda plus. Seperti Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal dan Komandan Kodim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo.

Setelah seremonial, grand opening dibuka dengan kolaborasi tiga kesenian yang ditampilkan secara kolosal. Yaitu, tari Jaran Bodhag, tari Kiprah Lengger dan seni Hadrah.

Tiga kesenian itu ditampilkan oleh para pelajar yang bergabung dalam sejumlah sanggar Seni di Kota Probolinggo. Mereka tampil dalam beragam corak dan warna-warni kostum.

Warga yang menonton pun langsung merangsek melihat penampilan kesenian tradisional ini. Antusiasme masyarakat terlihat dari warga yang menyemut di depan Jalan Suroyo dan tepi Jalan Panglima Sudirman.

Gogol Sudjarwo, Ketua Pelaksana Semipro 2019 saat seremonial dalam sambutannya menjelaskan, Semipro ke-11 ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-660 Kota Probolinggo.

“Semipro ke-11 ini juga untuk memperingati hari jadi Kota Probolinggo ke-660. Semipro juga merupakan konsistensi Pemkot dalam pengembangan wisata event tahunan dengan mengangkat tema Colourfull Probolinggo,” ujarnya.

Tema Colourfull Probolinggo menurutnya, untuk menggambarkan keberagaman seni budaya. Juga keberagaman etnis di Kota Probolinggo.

“Total ada 32 jenis kegiatan dalam acara ini. Mulai kategori olahraga, festival perlombaan, pameran UMKM dan seni budaya. Tadi Semipro telah diawali dengan parade ikan asap krispi dan memecahkan rekor muri mengasap 1 ton ikan,” ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin memastikan komitmennya untuk tetap menjalankan program-program yang sudah berjalan. “Selama program tersebut memberi dampak yang baik akan tetap dilanjutkan. Hari ini adalah Opening Semipro ke-11 yang mengangkat tema Colourfull Probolinggo,” ujarnya.

Semipro ke-11 sendiri, digelar dengan menekankan pada pengembangan budaya lokal. Tujuannya, menggairahkan ekonomi lokal dan UMKM. Juga mempromosikan wisata budaya di Kota Probolinggo.

“Seperti diketahui kota Probolinggo tidak punya wisata alam, hanya wisata pantai dengan mengerakkan pesisir pantai. Sehingga perlu memaksimalkan pengembangan wisata budaya,” ujarnya.

 

Pecahkan Rekor Muri

Sementara itu, hari pertama Semipro ke-11 diawali dengan kegiatan festival ikap asap yang dilakukan bersamaan dengan parade ikan asap krispi. Acara dini digelar di Sabtu (31/8) pagi di Jl Panglima Sudirman, di depan kantor Wali Kota Probolinggo.

Yang menarik, festival ikan asap ini pertama kali digelar di Kota Probolinggo. Dalam kegiatan yang belangsung sehari tersebut, sebanyak 1 ton ikan segar dipanggang. Bahkan, kegiatan ini berhasil memecahkan rekor muri, karena mengasap 1 ton ikan.

Dalam kegiatan tersebut Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Moch. Soufis Subri dengan didampingi dua chef, Chef Sarwan dan Chef Kong, meninjau kegiatan pengasapan ikan yang dilakukan berbagai kelompok masyarakat. Termasuk mencicipi berbagai hidangan olahan ikan asap yang dibuat IKM Kota Probolinggo.

“Kota Probolinggo mempunyai hasil perikanan yang berlimpah. Tapi perlu ada variasi dalam produk olahan ikan,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Kota Probolinggo memiliki potensi perikanan yang besar. Dengan event festival ini, bisa ditampilkan berbagai macam olahan ikan.

“Event ini perlu ditingkatkan untuk meningkatkan UMKM binaan OPD terkait. Total ada 1 ton ikan yang dibakar saat ini. Antusiasme masyarakat luar biasa,” tambahnya. (put/hn)