alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Ngebut-Hilang Kendali, 2 Remaja Tewas Tertabrak Pikap di Paiton

PAITON-Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur pantura Kabupaten Probolinggo. Dua remaja berumur belasan tahun harus meregang nyawa di jalan raya usai mengalami kecelakaan di jalan raya Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Jumat (31/8).

Dua remaja yang meninggal itu adalah Fillah Riskiyansah, 16, warga Desa Karanganyar, Paiton. Serta Riski Ramadan, 14, warga Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kejadian kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 14.45. Kedua remaja itu awalnya berboncengan melaju dari arah timur ke barat dengan mengendari Satria FU Tanpa Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Yang memegang kemudi adalah Fillah. Saat itu keduanya melaju dengan kecepatan tinggi. Saat sampai di lokasi kejaidan, motor yang ditumpangi oleh keduanya lepas kendali.

“Memang kedua korban ini saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga membuat kendaraannya lepas kendali dan oleh. Akibatnya keduanya terjatuh kekanan jalan dan melebihi garis pembatas jalan,” ujar Ipda I Nyoman Harayasa, Kanit Laka Polres Probolinggo.

Malang tak bisa ditolak. Saat terjatu itulah dari arah berlawanan melaju pikap Daihatsu Grandmax M 8572 NB yang dikemudiakn Sayyidi, 39, warga Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar, Paiton. Tabrakan pun tak bisa dihindari.

Akibat kejadian itu, lanjut Nyoman, Fillah sang pengemudi Satria FU langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Riski yang kritis sempat dibawa ke RSUD Waluyo Jati. Namun, karena kondisi luka yang cukup parah, ia akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS pelat merah itu. “Keduanya sama-sama meninggal. Untuk yang satu meninggal di lokasi dan satunya meninggal di rumah sakit,” jelas Nyoman.

Sementara itu, Nyoman menjelaskan, kejadian ini terjadi lantaran kelalaian dari pada sang pengemudi FU. Sebab, saat mengendarai kendaraannya korban kurang hati hati dan konsentrasi.

Sehingga tidak mampu menguasai kendaraannya dan mengakibatkan kecelakaan. “Sementara dugaan kami, lantaran pengemudi Satria FU, Fillah kurang hati hati. Saat kendaraannya melaju dengan kecepatan tinggi ia tidak bisa menguasai kendaraannya dan berakibat kecelakaan,” terang Nyoman. (sid/mie)

 

 

PAITON-Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur pantura Kabupaten Probolinggo. Dua remaja berumur belasan tahun harus meregang nyawa di jalan raya usai mengalami kecelakaan di jalan raya Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Jumat (31/8).

Dua remaja yang meninggal itu adalah Fillah Riskiyansah, 16, warga Desa Karanganyar, Paiton. Serta Riski Ramadan, 14, warga Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kejadian kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 14.45. Kedua remaja itu awalnya berboncengan melaju dari arah timur ke barat dengan mengendari Satria FU Tanpa Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Yang memegang kemudi adalah Fillah. Saat itu keduanya melaju dengan kecepatan tinggi. Saat sampai di lokasi kejaidan, motor yang ditumpangi oleh keduanya lepas kendali.

“Memang kedua korban ini saat itu melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga membuat kendaraannya lepas kendali dan oleh. Akibatnya keduanya terjatuh kekanan jalan dan melebihi garis pembatas jalan,” ujar Ipda I Nyoman Harayasa, Kanit Laka Polres Probolinggo.

Malang tak bisa ditolak. Saat terjatu itulah dari arah berlawanan melaju pikap Daihatsu Grandmax M 8572 NB yang dikemudiakn Sayyidi, 39, warga Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar, Paiton. Tabrakan pun tak bisa dihindari.

Akibat kejadian itu, lanjut Nyoman, Fillah sang pengemudi Satria FU langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan Riski yang kritis sempat dibawa ke RSUD Waluyo Jati. Namun, karena kondisi luka yang cukup parah, ia akhirnya mengembuskan napas terakhir di RS pelat merah itu. “Keduanya sama-sama meninggal. Untuk yang satu meninggal di lokasi dan satunya meninggal di rumah sakit,” jelas Nyoman.

Sementara itu, Nyoman menjelaskan, kejadian ini terjadi lantaran kelalaian dari pada sang pengemudi FU. Sebab, saat mengendarai kendaraannya korban kurang hati hati dan konsentrasi.

Sehingga tidak mampu menguasai kendaraannya dan mengakibatkan kecelakaan. “Sementara dugaan kami, lantaran pengemudi Satria FU, Fillah kurang hati hati. Saat kendaraannya melaju dengan kecepatan tinggi ia tidak bisa menguasai kendaraannya dan berakibat kecelakaan,” terang Nyoman. (sid/mie)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/