alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

Realisasi Pajak Tambang Rp 12 Miliar, Terdongkrak Proyek Tol

PRO DAN KONTRA: Aktivitas tambang di Pasuruan (foto atas). Pajak tambang di Pasuruan tembus angka Rp 12 M lantaran terkerek proyek tol. Tol Gempol-Pasuruan. Adanya proyek tol membuat aktifitas tambang utamanya sirtu, dibutuhkan. (Dokumen Jawa Pos Radar Bromo)

PURWOREJO – Kendati kewenangan penerbitan izin usaha pertambangan sudah diambil alih oleh Pemprov Jawa Timur sejak 2017 lalu, namun pajak hasil tambang atau pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), masih masuk pajak daerah Pemkab Pasuruan. Sampai semester pertama, sumbangan pajak dari sektor tambang mencapai Rp 12,6 miliar.

Hal itu disampaikan Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan. Ia mengatakan, dari data Badan Keuangan Daerah (BKD), sampai semester pertama atau akhir Juni lalu, hasil pajak MBLB sudah mencapai Rp 12,6 miliar.

Jumlah ini sudah mencapai 87,35 persen dari target sebesar Rp 14,5 miliar. “Sampai pertengahan tahun kemarin sudah cukup tinggi. Bahkan, secara persentase sudah lebih dari separo target, yaitu 87,35 persen,” jelasnya.

Penerimaan pajak MBLB di Kabupaten Pasuruan memang dari hasil tambang keruk pasir dan batu (sirtu). Pajak yang masuk MBLB mulai dari pasir, tanah uruk, dan sirtu. Biasanya pajak yang dikenakan sebesar 25 persen dari nilai jualnya. Jumlahnya yang terdata sebagai penyumbang pajak mencapai 56 titik.

Syafi’i –sapaan akrabnya – menjelaskan, untuk penerimaan di semester pertama tahun 2018 ini, terdongkrak lantaran pembangunan tol. “Dari penerimaan pajak MBLB yang masuk ke pajak daerah, nantinya digunakan untuk pengembalian habitat lingkungan, pemulihan jalan, lingkungan, dan sebagainya,” jelasnya.

Karena realisasinya sudah melebihi dari separo target, kemungkinan pada Perubahan APBD, targetnya akan dinaikkan. BKD optimistis, target yang ditetapkan bisa tercapai pada akhir tahun nanti. (eka/rf)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kembang Kempis Kerajinan Perak di Gajahbendo, Kecamatan Beji

Kerajinan perak sempat menjadi primadona di Desa Gajahbendo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Bahkan, puluhan warga setempat menggantungkan hidupnya dari industri perak. Namun, kondisinya saat ini berubah.

Bawaslu Limpahkan Laporan Skor Debat ke Polres

Bawaslu Kota Pasuruan, menyatakan laporan dugaan pelanggaran pilkada terkait adanya skor debat kedua Pilwali Pasuruan 2020, memenuhi syarat formil dan materil.

Curanmor Marak, Polresta Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Dalam bulan ini, tercatat telah terjadi lima kali curanmor dan pelakunya belum tertangkap.

Pakai Huruf Pegon, Kiai Nawawi Tulis Maklumat Dukung Gus Ipul

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri K.H. Nawawi Abdul Djalil mengeluarkan maklumat terkait Pilwali Pasuruan 2020.

Pendaftar Anugerah Kampung Hebat Membeludak

Antusiasme Rukun Tetangga (RT) di Kota Pasuruan, mengikuti Anugerah Kampung Hebat Tahun 2020, sangat terasa.