alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Olah TKP Mercon Meledak Gunakan Anjing Pelacak, Temukan Ceceran Mesiu

KEDOPOK – Polres Probolinggo Kota kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan mercon, di rumah Syafi’i di Jln Bengawan Solo, Gang KH. Amin, RT 3/ RW 2, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kedopok, Kota Probolinggo, Senin (30/7). Hasilnya, ditemukan beberapa bukti tambahan.

Yakni, bubuk mesiu yang berserakan di tengah sawah. Mesiu itu langsung dimusnahkan. Serta juga tumpukan kertas yang diduga sebagai wadah bubuk mesiu.

Saat dilakukan olah TKP, police line di rumah Syafi’i di Jl. Bengawan Solo, Gang KH. Amin, RT 3/ RW 2, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, masih terpasang. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, polisi tiba di lokasi sekitar pukul 10.30. Saat tiba itu pihak kepolisian langsung melakukan pencarian alat bukti lain.

LANGSUNG DIMUSNAHKAN: Bubuk mesiu yang ditemukan di sawah tak jauh dari rumah korban, langsung dimusnahkan (foto atas). Polisi menggunakan anjing pelacak dalam olah TKP. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Di dalam rumah korban yakni AQ, ditemukan sebuah tumpukan kertas yang diduga adalah pembungkus bubuk mesiu. Tidak berhenti di situ, pihak kepolisian membawa anjing pelacak ke TKP. Jaraknya dari TKP sekitar 100 meter ke arah timur.

Tidak menunggu lama, Kapolres Probolinggo Kota yang memimpin langsung olah TKP itu memerintahkan anak buahnya untuk memusnahkan bubuk mesiu tersebut. Dengan alat seadanya, yakni dengan sebuah kayu panjang yang di ujungnya diikat sebuah kain dan dilumuri solar. Setelah itu, baru kemudian dibakar dan disulutkan ke mesiu yang berceceran di rerumputan itu.

Ada tiga titik sebenarnya tempat penemuan bubuk mesiu itu. Namun, lokasinya tidak jauh. Yang pertama ada di sebelah barat galengan sawah, sebelah timur galengan sawah, dan juga di begas galian dekat dengan sumur bor. Ketiga titik mesiu itu langsung di musnahkan pada waktu itu juga.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikannya. Ia menuturkan, pihaknya masih belum menetapkan tersangka atas kejadian tersebut.

Sementara itu, korban sekaligus pemilik mesiu atau petasan itu masih sebatas dilakukan introgasi saja. “Karena rasa kemanusiaan, kami masih melakukan interogasi. Tentunya yang bersangkutan adalah korban dan juga sekaligus yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Pasalnya yang bersangkutan mengakui bahwa menerima pesanan dan membuat,” jelasnya.

Alfian –sapaan akrabnya – berjanji akan mengusut tuntas kejadian ini. “Nanti jika sudah sehat akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk bubuk mesiu ini, ia produksi sendiri. Jadi, tidak membeli kemana-mana,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, Alfian melarang keras penggunaan petasan untuk hajatan. Sebab, menurutnya itu melanggar UU Nomor 2/2018. “Kami menginstruksikan kepada masyarakat Kota Probolinggo, tidak ada lagi membuat mercon dengan tujuan apapun. Karena hal itu melawan hukum,” tandasnya.

Di sisi lain, korban AQ hingga masih terbaring lemah di RSUD Mohammad Saleh masih dalam perawatan medis, Senin (30/7). Korban, Minggu (29/7) pukul 18.00 dilakukan amputasi pada kaki kiri sampai dengan lutut. Kemarin korban sudah dipindah keruangan Bougenville kelas 3.

“Kemarin (Minggu) dilakukan amputasi dan sukses. Sekarang (30/7) sudah dipindah ke ruangan Bougenvil kelas 3,” terang Endah, humas RSUD Mohammad Saleh. (sid/rud/mie)

KEDOPOK – Polres Probolinggo Kota kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan mercon, di rumah Syafi’i di Jln Bengawan Solo, Gang KH. Amin, RT 3/ RW 2, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kedopok, Kota Probolinggo, Senin (30/7). Hasilnya, ditemukan beberapa bukti tambahan.

Yakni, bubuk mesiu yang berserakan di tengah sawah. Mesiu itu langsung dimusnahkan. Serta juga tumpukan kertas yang diduga sebagai wadah bubuk mesiu.

Saat dilakukan olah TKP, police line di rumah Syafi’i di Jl. Bengawan Solo, Gang KH. Amin, RT 3/ RW 2, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, masih terpasang. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, polisi tiba di lokasi sekitar pukul 10.30. Saat tiba itu pihak kepolisian langsung melakukan pencarian alat bukti lain.

LANGSUNG DIMUSNAHKAN: Bubuk mesiu yang ditemukan di sawah tak jauh dari rumah korban, langsung dimusnahkan (foto atas). Polisi menggunakan anjing pelacak dalam olah TKP. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Di dalam rumah korban yakni AQ, ditemukan sebuah tumpukan kertas yang diduga adalah pembungkus bubuk mesiu. Tidak berhenti di situ, pihak kepolisian membawa anjing pelacak ke TKP. Jaraknya dari TKP sekitar 100 meter ke arah timur.

Tidak menunggu lama, Kapolres Probolinggo Kota yang memimpin langsung olah TKP itu memerintahkan anak buahnya untuk memusnahkan bubuk mesiu tersebut. Dengan alat seadanya, yakni dengan sebuah kayu panjang yang di ujungnya diikat sebuah kain dan dilumuri solar. Setelah itu, baru kemudian dibakar dan disulutkan ke mesiu yang berceceran di rerumputan itu.

Ada tiga titik sebenarnya tempat penemuan bubuk mesiu itu. Namun, lokasinya tidak jauh. Yang pertama ada di sebelah barat galengan sawah, sebelah timur galengan sawah, dan juga di begas galian dekat dengan sumur bor. Ketiga titik mesiu itu langsung di musnahkan pada waktu itu juga.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikannya. Ia menuturkan, pihaknya masih belum menetapkan tersangka atas kejadian tersebut.

Sementara itu, korban sekaligus pemilik mesiu atau petasan itu masih sebatas dilakukan introgasi saja. “Karena rasa kemanusiaan, kami masih melakukan interogasi. Tentunya yang bersangkutan adalah korban dan juga sekaligus yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Pasalnya yang bersangkutan mengakui bahwa menerima pesanan dan membuat,” jelasnya.

Alfian –sapaan akrabnya – berjanji akan mengusut tuntas kejadian ini. “Nanti jika sudah sehat akan kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk bubuk mesiu ini, ia produksi sendiri. Jadi, tidak membeli kemana-mana,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, Alfian melarang keras penggunaan petasan untuk hajatan. Sebab, menurutnya itu melanggar UU Nomor 2/2018. “Kami menginstruksikan kepada masyarakat Kota Probolinggo, tidak ada lagi membuat mercon dengan tujuan apapun. Karena hal itu melawan hukum,” tandasnya.

Di sisi lain, korban AQ hingga masih terbaring lemah di RSUD Mohammad Saleh masih dalam perawatan medis, Senin (30/7). Korban, Minggu (29/7) pukul 18.00 dilakukan amputasi pada kaki kiri sampai dengan lutut. Kemarin korban sudah dipindah keruangan Bougenville kelas 3.

“Kemarin (Minggu) dilakukan amputasi dan sukses. Sekarang (30/7) sudah dipindah ke ruangan Bougenvil kelas 3,” terang Endah, humas RSUD Mohammad Saleh. (sid/rud/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/