PDP di Kab Pasuruan Tambah 2 Jadi 16, Terbaru; Balita-Ibu 58 Tahun

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Pasuruan bertambah. Sampai Senin (30/3), total ada 16 PDP. Dua di antaranya, baru.

Salah satunya adalah balita usia 3 tahun. Saat ini balita itu dalam perawatan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengatakan, jumlah PDP di Kabupaten Pasuruan bertambah dua. Yaitu, pasien ke-15 dan ke-16. Kedua PDP tersebut, dirawat di RSSA Malang.

Pasien ke-15 ini merupakan perempuan 58 tahun. Pasien ini mengalami gejala panas, batuk, dan pilek. “Dugaan karena tertular anaknya yang mobilitas ke luar kota. Namun anaknya tidak ada gejala, karena imunnya tinggi. Sementara ibunya mengalami panas dan batuk, sehingga diisolasi,” terangnya.

Sedangkan pasien ke-16 merupakan balita laki-laki usia 3 tahun. Balita ini diduga tertular dari orang tuanya yang juga memiliki mobilitas tinggi. “Untuk balita ini gejala ada panas dan juga ada sesak. Sehingga, langsung diisolasi untuk perawatan,” terangnya.

Dijelaskan Anang, total PDP yang masuk data Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan mencapai 16 orang. Lima dinyatakan sembuh dan negatif korona. Namun, tetap dalam pengawasan sampai 14 hari. Sedangkan 9 PDP lainnya statusnya saat ini masih menunggu hasil tes lab.

Di sisi lain, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya tetap 8 orang. Lalu untuk Orang Dengan Risiko (ODR) yang saat ini dinamakan Orang Tanpa Gejala (OTG), tetap berjumlah 742 orang.

Jumlah OTG yang cukup tinggi saat ini juga masih terus dalam pendataan. Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan desa sampai tingkat RT/RW untuk memantau warganya yang baru mudik dari luar daerah. Termasuk yang memiliki mobilitas tinggi bepergian ke daerah pandemik.

“Semua warga yang baru saja datang dari daerah pandemi, seperti Surabaya, Malang, Batu, bahkan luar negeri, dalam kondisi sehat. Namun, Satgas tetap memantau selama dua minggu, bekerja sama dengan puskesmas,” ujarnya. (eka/hn/mie)