Retas Situs Kemendagri, Pemuda asal Pandaan Terancam 10 Tahun

BANGIL, Radar Bromo – Gara-gara meretas situs Kemendagri, Alfian Buyung Suprapto (ABS) akhirnya duduk di kursi pesakitan. Ia dijadikan terdakwa atas pelanggaran UU ITE yang dilakukannya.

Pemuda 21 tahun asal Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, itu disidang dengan jeratan pasal berlapis di PN Bangil, Kamis (30/1). Ini adalah sidang perdananya, dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Kejari Kabupaten Pasuruan Hendi.

Dalam sidang tersebut, Hendi mendakwanya pasal 46 ayat 1, 2 dan 3 juncto pasal 30 ayat 1, 2 dan 3 jo pasal 48 ayat 1 jo pasal 32 ayat 1. Selain itu, Alfian juga didakwa pasal 49 jo pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Alfian terancam hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

“Kami menjeratnya pasal berlapis. Meski begitu, ia menolak untuk didampingi kuasa hukum. Dia memilih untuk menghadapi sendiri sidangnya,” ujar Hendi, seusai sidang di PN Bangil kemarin.

Sidang digelar pukul 13.45 dengan dipimpin Ketua PN Bangil Dewantoro. Sidang hanya berlangsung singkat, sekitar lima menit saja.

ASAL PASURUAN: Alfian Buyung Suprapto diketahui berasal dari Sumbergedang, Pandaan. (Foto : istimewa)

Menurut Hendi, kasus yang menjerat terdakwa bermula dari aksi hack yang dilakukannya pada 24 September 2019. Ketika itu, ia meretas situs Kemendagri dengan mengubah tampilannya. Tampilan depan web Kemendagri itu diisi dengan foto RIP KPK. Bukan hanya itu, ada kalimat semacam luapan emosi yang ditulis terdakwa dalam web tersebut.

Tak lama peretasan itu dilakukan, Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri melacak pelakunya. Tim Cyber Bareskrim akhirnya menemukan ABS sebagai pelakunya. Dia lantas ditangkap dan dijadikan tersangka.

Usai disidik Bareskrim, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Pasuruan, sejak 13 Januari 2020. Sebab, wilayah domisili hukum terdakwa berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. (one/hn/fun)